Story cover for I, Me, Myself by Levynt
I, Me, Myself
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
  • WpView
    Reads 17
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 2
Ongoing, First published Oct 23, 2023
Mature
Andai Aku bisa mengulang waktu. Entah bunga yang layu ini akan mekar, ataukah tiada? Kesedihan yang membuatku terjebak di masa lalu, seperti mengurung diriku di sini. Aku ingin menceritakan lagu ku di sini. Entah melodi kesedihan yang akan terdengar, atau hanya akan menimbulkan rasa muak.
All Rights Reserved
Sign up to add I, Me, Myself to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
The Grey Of SAKARUNA by xhaye127
20 parts Ongoing
Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] by lnairaz
26 parts Complete
14 manusia menuju satu desa yang indah di Ranah Aurum. Apa yang awalnya tampak seperti program biasa, perlahan menjadi kisah tak terduga tentang ikatan, konflik, kejutan budaya, dan perasaan yang tumbuh di waktu yang tak tepat. Naira, gadis dari Astronomi, hanya ingin menyelesaikan tanggung jawabnya dan pulang. Tapi ketika langkah kakinya memasuki pelataran posko utama itu, semesta ternyata punya rencana lain. Disambut oleh budaya, aroma tanah basah, dan tawa hangat dari anak-anak lokal, mereka pun tahu-ini bukan sekadar program biasa. Ini tentang menemukan makna di tengah riuhnya pagi, kehilangan di antara senyum, dan barangkali... cinta yang sempat dipinjamkan oleh waktu. Dan di balik proyek besar di Larasuma, mereka harus menghadapi lebih dari sekadar tantangan fisik dan akademik. Mereka terjebak dalam jejak masa lalu yang misterius, yang menghubungkan mereka dengan tim dari tahun 1996. Ketika sebuah catatan berisi pesan dari masa lalu muncul, mereka mulai menyadari bahwa perjalanan mereka bukan hanya untuk menyelesaikan proyek, tetapi juga untuk memperbaiki kesalahan yang terjadi pada tim sebelumnya. Mereka harus mengungkap misteri yang tersembunyi, menghadapi masalah internal, dan menyelesaikan konflik percintaan yang membingungkan, agar proyek ini tak hanya dikenang, tapi juga berhasil. Akankah mereka mampu menyelesaikan semuanya sebelum terlambat? Atau, apakah mereka akan terjebak dalam lingkaran waktu yang tak berujung? Lalu, satu per satu rahasia kecil dan benih hubungan pun mulai tumbuh, diam-diam-hingga akhirnya mengalir... mengikuti arus. ⸻ Disclaimer: Jika ada kemiripan nama, karakter, atau kejadian, itu merupakan kebetulan belaka dan bukan representasi langsung dari individu maupun instansi tertentu. Bacalah dengan hati terbuka dan biarkan semestanya membawamu kembali ke pagi-pagi riuh di Larasuma.
You may also like
Slide 1 of 10
The Grey Of SAKARUNA cover
Persona cover
 Lost in Your Eyes cover
in ROOM cover
AKALA ; My heart beats for Miss cover
Larasuma: Satu Langit, Satu Arus [UPDATED!!!] cover
Tatapan dari bangku belakang. cover
SHORT STORY cover
Aku Tau Itu cover
Almost Mine - 3 Alasan Aku Menolakmu! cover

The Grey Of SAKARUNA

20 parts Ongoing

Entah siapa yang bisa benar-benar menebak apa yang ada di pikirannya? Kadang, aku merasa kami sedekat nadi-tak terpisahkan oleh ruang atau waktu. Namun, di lain waktu, rasanya seperti tak pernah ada apa-apa di antara kami. Dia melenggang ke sana kemari, seolah aku tak lebih dari bayang-bayang yang tak terlihat. Tapi anehnya, di saat tertentu, dia menggeliat di sisiku, seperti tak akan bisa bertahan hidup tanpa kehadiranku. Hingga kini, aku masih tak tahu apa yang sebenarnya ada di dalam pikirannya. Keluh kesahnya, tawa kecilnya, dan tingkah manjanya yang dulu terasa akrab kini hilang begitu saja, bagai debu yang diterbangkan angin. Dua belas tahun kebersamaan kami, mengapa rasanya bisa terhapus hanya dalam tiga tahun? Aku mencoba meyakinkan diriku bahwa segalanya memang memiliki waktunya masing-masing. Bahwa perubahan ini bukanlah sesuatu yang luar biasa. "Ini bukan masalah besar," gumamku berkali-kali. Namun, hati kecilku tak pernah benar-benar berhenti bertanya, mengapa? Hal yang paling membuatku kesal adalah kebiasaannya yang kini berubah menjadi teka-teki. Dia datang kepadaku, tapi hanya ketika dia butuh. Saat lapar menghampirinya, saat kesedihan melingkupinya, atau ketika kebosanan menjeratnya. Dia akan muncul tiba-tiba, menghancurkan keteraturanku, mengacak-acak ketenanganku, lalu pergi tanpa sepatah kata pun. Maksudnya apa? Aku benci dibuat bingung seperti ini. Aku benci bagaimana dia membuatku merasa diperlukan, hanya untuk kemudian membuatku merasa tak berarti. Namun di balik semua rasa kesalku, aku tak bisa mengingkari satu hal: aku tetap menunggunya. Dia adalah Saka, sebuah misteri yang tak pernah bisa kuselesaikan.