Story cover for MINION si Preman Imut by NARIMAH90
MINION si Preman Imut
  • WpView
    Reads 15,284
  • WpVote
    Votes 269
  • WpPart
    Parts 11
  • WpView
    Reads 15,284
  • WpVote
    Votes 269
  • WpPart
    Parts 11
Complete, First published Oct 24, 2023
Mature
Berawal dari Michelle Niandara Orion atau biasa dipanggil MINION oleh teman se-preman-nya yang nekat  menghadang seorang cowok pendiam berseragam rapi untuk dimintai uang secara paksa atau 'malak'. Alih-alih mendapatkan uang yang diinginkan, Michelle justru mendapat hal tak terduga dari cowok didepannya yang dia pikir 'cowok cupu yang misterius'

                     ---------------------------------------------

"Serahin duit lo sebelum lo lewatin koridor ini!" Tajam Michelle pada cowok didepannya yang dibalas dengan sebelah alis terangkat dan senyum smirknya.

"Kalau gue gak mau?"

"Gue bakalan ambil secara paksa dompet lo!"

 Dengan gerakan cepat si cowok tinggi itu mengukung tubuh mungil Michelle ditembok koridor kelas.

"Ambil sendiri dompet gue di saku celana" Mata tajamnya menyorot gadis mungil yang tingginya hanya sebatas dada cowok itu.

 Dengan ragu Michelle merogoh saku celana cowok itu untuk mengambil dompetnya. Namun, tangan lembut dan terkesan gemetar itu tak sengaja menyentuh sesuatu yang membuat si cowok geram dan menjatuhkan kepalanya dibahu mungil Michelle dan berbisik serak.

"Shhh... jangan pegang itu, sayang. Kalau lo gak mau ada yang bangun dan gue pastiin lo gak bakalan baik-baik aja setelahnya"


  Cup

.....
All Rights Reserved
Sign up to add MINION si Preman Imut to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
Amor Eterno  by Sa_ra_da22_620Nakata
4 parts Complete
"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.
𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔ by kosongtujuh_
20 parts Complete
JUDUL SEBELUMNYA : THE BOY WITH THE GIRL. Ketika hidup memberiku seratus alasan untuk menangis, kau datang membawa seribu alasan untuk tersenyum. ⚊ Di sekitar kita itu ada yang sempurna dan enggak. Ada juga yang punya pacar, ada juga yang jomblo, dan ada juga yang playboy. Orangnya sih cantik, tapi jomblo dia. Orangnya sih kelihatan anggun tapi galaknya minta ampun. Dia itu namanya Jeslyn Meida Adalberto. Cewek cantik yang terlihat 'sempurna' padalahkan semua mahkluk hidup tak ada yang sempurna. Yang ini, ganteng, kaya? Jangan ditanya, pinter? Apalagi. Tapi ... ini nih kekurangannya. Dia itu playboy. Namanya juga cowok ganteng, ya ... gitu deh, suka banget mainin cewek. Nah, namanya itu Arvind Alfarezi Dirgantara. Si cogan yang juga playboy. ⚊ "Arvind! Bikin kesel gue mulu, lo ya!" teriak gadis cantik di koridor kelas X. "Hahaha, emang bener kan kata gue? Jomblo dasar!" hina Arvind semakin membuat si cewek kesal setengah mampus. "Gue gak jomblo! Cuman jodoh guenya masih otewe," balas si cewek tak mau kalah. Arvind mendekat pada si cewek yang menahan kesal di tempatnya berdiri. Arvind mendekatkan bibirnya pada telinga kanan si cewek, lalu berbisik. "Makanya ... pacaran aja sama gue biar lo gak jomblo lagi!" Arvind langsung ngacir saat si cewek bersiap untuk memakinya lagi. "Arvind!!! Gue benci ya sama lo!!" teriak si cewek. "Iya benci, benar-benar cinta!" balas Arvind semakin membuat si cewek frustasi kesal. ⚊ PLAGIATOR MENJAUH! COVER : CANVA
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] by hysunshinee
45 parts Complete
"Hey!!! Kamu si anak baru!! Sini !" Panggil salah satu pemain basket sekaligus ketua tim "Maaf kak, aku masih belajar" Hanya itu yang dapat ku sampaikan " Ganti aja deh, kamu gak layak jadi pemandu sorak tim basket kami" jawabnya dengan lantang sambil bergerak menuju pintu koridor ujung " Huffffffffff, ngeselin banget tu orang" sambil mengacak acak rambut . . "jangan bawa barang yang berat begini" sambil mengambil alih papan-papan itu "makasih kak" jawabku "tanganmu gapapakan ??" " nggak , nggak apa apa kok kak" ujarku agar dia tidak panik "ya udah aku bawa ini dulu ke lapangan" Diapun melangkah pergi menuju lapangan, goresan senyumku seketika muncul di ujung bibir mungilku. . . "Brakk !!" Tamparan melesat ke pipiku " Maaffin akuuu! tapi yang kamu lihat salah, aku bisa jelasin" jawabku terbatah-batah sambil menahan air mataku yang ingin keluar " Loh itu cewek murahan" pukulan tangannya hampir sekali lagi mengenai ke wajahku , tapi dihalang oleh si dingin. " APaa urusan lohh !! Loh gak berhak ya ikut campur masalah kami" Bentaknya sambil tersenyum sinis ia berkata " Cowok kok gampar cewek !? yakin situ cowok HAH !!??" Kalimat itu membuatnya geram dan pergi meninggalkan kami. . . Haiiii teman-teman jadi ini karya pertamaku dan asli hasil karanganku sendiri hehehehe ☺ Minta supportnya ya teman- teman dengan bantu vote di setiap chapter dan komen biar bisa jadi bahan referensi 🌈🙏 ••• Rank- rank yang pernah di capai dapat dilihat di bab "update rank" ☺️ Selamat membaca, Enjoyyy !✨ (Rabu, Sabtu 💕) <3 hysunshinee
ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT] by Maresa17_
60 parts Complete
SEKUEL BISA DI BACA TERPISAH [E-BOOK SUDAH TERSEDIA DI PLAYSTORE/PLAYBOOK, LINK PEMBELIAN ADA DI PROFILE-KU/BISA LANGSUNG DM DI INSTAGRAM. JIKA ADA KENDALA DALAM PEMBELIAN, JANGAN SUNGKAN UNTUK BERTANYA] "ƙιƚα αԃαʅαԋ ʂҽραʂαɳɠ ɱαʂα ʅαʅυ. Ƙαɱυ ყαɳɠ ʂҽɱυ, ԃαɳ αƙυ ყαɳɠ ʂҽɳԃυ."-Ԃαɾα ɾαȥҽʅα Ɱαυɾҽα. *** "Gak akan ada yang bisa gantiin posisi Dara dihidup gue!" Angkasa menatap perempuan di hadapannya dengan tajam. Perempuan itu berusaha sekuat mungkin menahan tangisnya. "Aku bakalan berusaha buat gantiin posisi Dara dalam hidup kamu," ucapnya pelan. Angkasa tertawa mendengarnya, "KALAUPUN BISA ITU PASTI CUMA DIMIMPI LO GOBLOK!" Ini tentang Angkasa, laki-laki yang hatinya telah tertutup rapat untuk seorang gadis pujaannya yang telah tiada, Dara Renata Fransiska. Banyak yang mencoba mendekati Angkasa, tapi semuanya memilih mundur karena sikap kasar Angkasa. Sampai suatu saat, takdir mempermainkan hidup Angkasa. Dia dipertemukan dengan gadis bernama Dara Razela Maurea. Tidak, Angkasa sama sekali tidak tertarik dengan gadis itu. Tapi karena satu malam, hidup Angkasa benar-benar kacau saat gadis itu dibawa masuk oleh Papanya kedalam hidupnya dengan ikatan perjodohan. Ini gila! Angkasa tidak mencintai gadis itu. Tapi mau bagaimana lagi? Dia tidak bisa menolak permintaan Papanya. Lalu, apakah Angkasa bisa melepaskan seorang Dara Razela Maurea dari kehidupannya? Atau, mampukah Dara meluluhkan hati seorang Angkasa Frederick yang dingin itu? Atau malah, kisah mereka akan sama seperti cerita sebelumnya? Entahlah. Hanya aku, kamu dan dia yang tahu. *** Start : 15 05 21 Finish : 16 10 21 Rank! #1 The Best || 15 September 2021 #2 Teen Fiction || 15 September 2021 #2 Sad || 08 November 2021 #4 Angkasa || 19 Oktober 2021 #5 Broken Heart || 05 Desember 2021 CERITA INI DIBUAT UNTUK DIBACA, BUKAN UNTUK
You may also like
Slide 1 of 10
Amor Eterno  cover
Cause Dare I Got Boyfriend cover
Persona cover
ICE GIRL  cover
𝙵𝚄𝙲𝙴𝙺[𝚋𝚘𝚢] ✔ cover
I Get You cover
My Senior is My Coldest BoyFriend [Chapter 1 Completed+ Revisi] cover
Andara(completed) cover
ANGKASADARA 2 [SUDAH TERBIT] cover
ADA CINTA DI MARCHING BAND cover

Amor Eterno

4 parts Complete

"Lo mau hubungan kita jadi kayak apa, Harlen?" Qila menghentakkan tangan pria itu, lalu menoleh cepat dengan sorot mata tajam. Suaranya bergetar-bukan karena takut, tapi karena menahan amarah yang sudah terlalu lama disimpan. "Aku... aku pengin hubungan kita jadi lebih serius," jawab Harlen pelan, nadanya seperti memohon. "Serius?" Qila tertawa miris. "Serius kayak gimana? Kayak lo yang tiba-tiba udah punya tunangan tanpa bilang apa-apa ke gue?" Harlen terdiam, tak sanggup membalas. "Atau lo mau gue jadi simpanan, gitu? Tapi sayangnya, Harlen, gue bukan cewek murahan kayak gitu," lanjut Qila sambil memutar bola matanya, malas sekali menatap wajah pria di hadapannya. "Bukan gitu maksud gue..." Harlen mencoba meraih tangan Qila lagi, tapi kali ini pun langsung ditepis. "Gue capek dengar omongan lo yang manis-manis tapi ujung-ujungnya nyakitin. Lo bilang pengin serius? Lo bilang pengin perkenalin gue ke orang tua lo? Please, Harlen. Udah telat." "Qila, tolong dengerin dulu..." "Cukup." Qila menarik napas dalam-dalam, menahan emosi yang hampir meledak. "Ini terakhir kalinya kita ketemu. Setelah ini, gak akan ada lagi 'kita'. Gak sengaja ketemu pun, gue harap itu gak akan pernah kejadian. Gue muak liat muka lo." Langkahnya cepat, pergi meninggalkan Harlen yang masih berdiri mematung di tempat. Tapi Harlen belum menyerah. "Qila! Tunggu, dengerin dulu!" Namun Qila tetap berjalan, masuk ke dalam taksi yang sudah menunggunya di pinggir jalan. "Jalan, Pak," ucapnya pada sopir. Taksi pun mulai melaju. Dari kaca belakang, bayangan Harlen terlihat masih mengejarnya, berteriak, memanggil namanya. "QILAAAA!" Tapi Qila tak menoleh. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada apa pun di belakang yang layak dilihat kembali. Dalam hati, ia berbisik, Maaf, Harlen... tapi kali ini aku benar-benar udah gak sanggup.