Amerta dalam Aksara

Amerta dalam Aksara

  • WpView
    Reads 130
  • WpVote
    Votes 8
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Feb 16, 2025
Perkara Berjarak Nyata namun fana. Di bawah langit yang sama, namun beda pijakan. Ada banyak bayang buyar. Ada juga memori berlalu lalang di dalam sel ingatan. Bermodal materi, waktu, hati, dan kepercayaan. Berusaha menjadi yang terbaik untuk diri sendiri. Mengejar kebahagiaan tanpa meminta. Telepon genggam berperan menjadi sosok yang selalu menggenggam. Barang sentimental lain juga bisa berperan menjadi obat rindu. Kalimat "aku percaya padamu" menjadi pondasi. Sesungguhnya kata "percaya" itu berat bagiku. Kuputuskan mengucapkan kalimat yang sama padamu agar membuatnya ringan. Perkara jarak tak masalah. Nyatanya rasa ini lebih kuat ketimbang jika ada sosok yang selalu didepan mata. Dewasa, tulus, dan ikhlas, menjadi buah manisnya kelak. Terima kasih, telah jauh di raga. Terima kasih, telah melekat di jiwa. Tetaplah berjuang denganku. -nona
All Rights Reserved
#53
januari
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Antara dosa dan Cinta Pertama
  • Saat Cinta Tak Terucap
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Rasa Yang Tidak Tersampaikan
  • Erlangga
  • Unspoken Love
  • ALBARA - (Jatuh Cinta Itu Lucu)
  • Traces in the Light
  • saat dunia menolak, kau datang seperti senja
  • Antara Jarak Dan Waktu

Cinta pertama tidak pernah sederhana. Dua hati yang bertemu membawa kisah yang berbeda, dengan luka dan harapan yang saling bercampur. Ia tak pernah menyangka bahwa cinta bisa datang begitu tiba-tiba-di tempat yang bahkan tak pernah iaharapkan. semuanya dimulai dari senyuman yang awalnya tak berarti, hingga kata-kata yang terus melekat di hati. Tapi di balik keindahannya, cinta pertama ini mengajarkan sesuatu yang belum pernah ia rasakan sebelumnya: perasaan takut, sakit, dan kebingungan yang bercampur jadi satu. perasaan yang tumbuh perlahan, melawan ketidakpastian dan rasa takut yang belum pernah ia kenal. Di satu sisi, dia bertanya-tanya, "Apakah cinta ini adalah berkah atau justru sebuah ujian yang akan melukai hati kami berdua?" Di sisi lain, ada hati yang mencoba mencintai dengan tulus, meski bayangan masa lalu masih membekas. Dia bertanya pada dirinya sendiri, "Apakah cinta ini akan benar-benar yang terakhir? Atau hanya sebuah cerita singkat yang akan berakhir tanpa jawaban?". Namun cinta bukan hanya soal perasaan, tetapi juga keputusan. Keputusan untuk bertahan, melepaskan, atau memperjuangkan sesuatu yang mungkin tidak lagi sama. Ini adalah kisah dua orang yang mencoba mencari arti dari cinta, harapan, dan kehilangan. Sebuah perjalanan yang tidak hanya mengajarkan mereka tentang cinta, tetapi juga tentang diri mereka sendiri.

More details
WpActionLinkContent Guidelines