Enemy Become Lovers

Enemy Become Lovers

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Oct 25, 2023
B×B Mohon maaf ini b×b jika kalian homophobia disarankan tidak usah dibaca! Terimakasih. "Kenapa sih Lo buat masalah terus!?" "Ya biar bisa sering ketemu kamu dong sayang" "NAJIS TAU GAK!?" 2 insan yang awalnya hanya dipertemukan saat salah satu dari mereka membuat masalah dan saat 2 insan itu tidak sengaja dipertemukan tidak ada satu pun dari mereka yang menyapa, akhirnya bisa terus bertemu tanpa adanya masalah sedikit pun. Bagaimana mereka bisa bertemu tanpa adanya masalah? ada hal apa sampai mereka bisa terus bertemu tanpa salah satu dari mereka membuat masalah? Terus pantangin cerita aku agar kalian bisa menjawab teka teki tersebut;) Farel: Dominan Ravael: Both
All Rights Reserved
#3
wakilketuaosis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • owned by obsession
  • Skandal Dosen Dingin 4 - The Mad Lovers
  • [bxb abo] Omegaphobic
  • Abimana Si Musang [BL] (lengkap)
  • My Cute Boy ✓
  • REBUTAN JADI SEME⛔ (TAMAT MEKS)
  • i fell first. he fell harder (Complete)
  • promise (IceLaze)

kalo berminat follow yaaa (⁠●⁠♡⁠∀⁠♡⁠) buat yang homophobia ga usah salah lapak yaaaaa ini lapak nya boyxboy okee paham?? Sejak kecil, asa selalu dikelilingi oleh tiga sahabatnya-Alvander, Giovan, dan Devan. Mereka tumbuh bersama, melewati hari-hari seperti keluarga yang tak terpisahkan. Tapi seiring bertambahnya usia, perhatian mereka berubah arah. asa tahu persis kalau tiga sahabat masa kecilnya-Alvander, Giovan, dan Devan-bukan sahabat biasa. Perhatian mereka terlalu dalam, terlalu penuh, terlalu... obsesif. Tapi selama mereka nggak melewati batas, Asa memilih untuk diam. Bertahan. Berpura-pura nggak tahu. Sampai akhirnya, batas itu hancur pelan-pelan. Setiap langkahnya diawasi. Setiap geraknya dikendalikan. Asa mulai muak-dan satu-satunya hal yang ingin dia lakukan hanyalah pergi. asa tahu ini bukan cinta. Ini jebakan. Tapi bisakah dia benar-benar bebas? Atau pada akhirnya... dia akan tetap terkunci bersama mereka-satu, dua, atau bahkan semuanya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines