Time Machine Diary

Time Machine Diary

  • WpView
    Reads 37
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 29, 2023
Mungkin tidak banyak orang percaya akan apa yang telah aku tulis, dalam diri saja aku terkadang tidak percaya berada di posisi seperti ini. Jadi anak yang berbeda dari orang lain, mungkin orang yang memiliki kemampuan sepertiku bisa di hitung jari. Jujur aku ingin semuanya normal tapi Tuhan menakdirkan kehidupanku seperti ini. Dari kecil aku sering di ganggu sosok mereka bahkan banyak sosok yang ingin mencelakai keluargaku. Semuanya memang awal tak terbiasa tapi aku coba tumbuh menyembunyikan semuanya termasuk kedua orangtuaku. Aku takut mereka tau dan khawatir akan diriku, sehingga aku menutupi semuanya. Aku selalu mengalihkan pandangan saat sosok mereka datang bahkan ingin menyampaikan pesan. Apalagi sosok mereka yang mencelakai, seringkali aku ketakutan dengan bentuk dan aura masing" sosok yang menyeramkan berbeda dari orang" bilang. Ketakutan demi ketakutan aku pendam, jujur aku sangat merasa tertekan bahkan Tuhan tidak adil kenapa ini semua mengalir dalam tubuhku dan jadi Takdir hidupku. Aku pernah menangis di samping ayah dan ibu saat dia tertidur. Aku sering tertidur dengan di tutupi kasur lantaiku, bahkan jika saat aku tidur dengan kasur bawahnya memiliki ruang aku lebih memilih tidur di bawah dengan selimut yang menutupiku. Tidak mudah dan tidak gampang tumbuh hidup penuh dengan ketakutan Aku berharap, cukup! Aku tidak ingin bisa melihat sosok mereka, tapi tiba-tiba aku bisa melihat Kehidupan Masadepan. Setelah di bawa arus pantai dan dipertemukan wanita cantik berkebaya hijau beserta pengawalnya
All Rights Reserved
#137
anakindigo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  • ALVIN (On Going)
  • Those Who Are Invisible
  • Haluan Takdir (With Seanna) [END]
  • You are in my past and my future [END]
  • INDIGO
  • Gadis Kecil dengan 5 Teman Bermain Tak Kasat Mata
  • A R S E A N A
  • Indigo
  • M E M O R Y  (On Going)

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines