Dikala Hujan

Dikala Hujan

  • WpView
    Reads 71
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 2, 2023
Dikala Hujan, sebuah antropologi puisi tentang hujan, kerinduan dan kenangan. Suara hujan, rintik demi rintik, bau tanah basah yang merelaksasikan pikiran dengan semua kejenuhannya. Dikala Hujan waktu itu, banyak sekali cerita sedih dan pilu tentang kerinduan dan kenangan yang ikut berirama dengan rintik hujan.
All Rights Reserved
#241
kesendirian
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Rintik yang Sama
  • Gadis Hujan
  • Coretan Kecilku Untukmu #wattys 2019
  • Sketsa Rindu untuk Hujan
  • Haters and Lovers of Rain [END]
  • Miracle of Wonder Rain [END]
  • Ada cinta dibalik hujan turun
  • Puisi 'tuk kau, Yang merindu
  • When It Rains
  • Puisi Romantika Kuno

Hujan selalu menyimpan rahasia. Di bawah rintiknya, Alena bertemu dengan Raka-sosok yang membuatnya keluar dari dunia tenangnya. Raka adalah badai yang membawa kebahagiaan sekaligus luka, membuat Alena merasakan cinta yang indah tapi juga menyakitkan. Dia, si bintang lapangan basket, yang selalu dikelilingi keramaian, menyimpan sisi gelap yang tidak pernah dilihat siapa pun. Dia, si gadis penyendiri, yang lebih nyaman dengan buku-buku dan sunyi, akhirnya dipaksa menghadapi dunia yang tidak pernah ia bayangkan. Ketika rahasia terungkap dan masa lalu datang menghantui, akankah cinta mereka bertahan? Ataukah semuanya akan hanyut seperti hujan di bulan Juni-hadir sekejap, lalu menghilang tanpa jejak? Ini bukan sekadar kisah cinta biasa. Ini tentang keberanian untuk membuka hati, menghadapi luka, dan menemukan diri sendiri di tengah badai kehidupan. "Dalam rintik hujan, kita pernah bersama. Tapi, akankah kita tetap bertahan saat hujan berhenti?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines