REGANZZA

REGANZZA

  • WpView
    Reads 456
  • WpVote
    Votes 124
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, May 18, 2024
Aku menyimpanmu dalam dekap aksara, membiarkanmu mengalir dalam syahdunya deru kalimat yang kubuat sedemikian rupa. ini perkara 'tuan' yang kupeluk erat dalam do'a, sosok yang kujaga melalui tangan Tuhan, dan aku abadikan dalam aksaraku yang hangat. "Terima kasih sudah hidup ya, Za?" ucap hatiku setiap kali aku melihat sorot mata tajamnya "Sayang aku terus, boleh ya?" Katanya seolah mendengar suara hatiku. Dan berujung kusahut "Iya, Reganzza. Selalu" *** Ini tentangku, tentang seorang gadis yang luar biasa merasa dicintai oleh sang Reganzza. Tentang aku yang selalu merasa hidup ketika aku ada bersamanya. Bicara perihal Reganzza, aku akan mengajak semuanya untuk merasakan bagaimana menjadi sosok yang dicintai sang Reganzza. -Selamat melanglang buana bersama Reganzza-ku!- Instagramku @ryntiv
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • RETAK [Sudah Terbit]✓
  • FIZYA
  • About You Radit! (Selesai + Revisi)
  • Annaya (SUDAH TERBIT)
  • GALANG [SELESAI]
  • You're Here, But Not For Me
  • Diary Zofanya
  • Misunderstand
  • Almost Over You

sebelum baca, FOLLOW dulu gasii??? "Sayangkuu, cintakuu. Gimana dengan hari ini, hm? Are you happy?" "Seru dong, senang karena ada kamu, Ka. Hehe." Dulu, setiap percakapan kecil seperti itu mampu menyulap hariku jadi lebih indah. Tapi semua itu kini tinggal kenangan. Hubungan yang manis dan penuh tawa itu akhirnya harus berakhir, bukan karena cinta kami memudar, tapi karena kenyataan terlalu pahit untuk ditelan bersama. Aku masih mencintaimu. Masih ingin mendekat, masih berharap bisa kembali. Tapi jarak ini bukan lagi tentang raga-melainkan tentang takdir yang tak mengizinkan kita bersatu. Cinta kita besar, tapi tidak cukup untuk melawan kenyataan yang tak berpihak. Banyak halangan yang kucoba lalui demi kamu, demi kita... tapi ternyata semesta punya rencana lain. Kini, aku hanya bisa menatapmu dari kejauhan. Ingin kembali, tapi tak bisa. Ingin melepaskan, tapi hatiku belum rela. Satu kejadian itu-satu hari yang mengubah segalanya-telah memutus tali yang tak terlihat namun sangat kuat mengikat kita. Jika bukan karena kejadian itu, mungkin aku masih tersesat dalam hubungan yang samar: ada, tapi tak punya peran. Dulu aku memegang peran utama di hidupmu. Sekarang? Bahkan untuk menjadi figuran pun aku tak lagi layak. Kita pernah sangat dekat, tapi kini aku tahu... melepaskan sesuatu yang sudah terasa seperti rumah tidak akan membuat segalanya membaik. Bahagia tidak selalu datang setelah menjauh. Dan seringkali, hubungan yang tampak sempurna dari luar menyimpan luka yang tak pernah terucap. Aku tak menyangka semuanya akan berakhir seperti ini. Tapi yang sudah terjadi, biarlah terjadi. Meski begitu, kenangan itu-kenangan tentang hari itu-masih terpatri jelas di pikiranku. Hari saat aku sadar... cinta saja tidak cukup.

More details
WpActionLinkContent Guidelines