SAGARA GANTARI

SAGARA GANTARI

  • WpView
    Reads 43
  • WpVote
    Votes 13
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 29, 2023
Hidup tanpa adanya seorang ayah memang berat itulah kehidupan Divya. "Aku tidak tau kenapa tuhan mengambil ayah ku tanpa aku bisa melihat wajahnya secara langsung,aku ingin sekali saja memanggilnya ayah langsung di depan mataku,menggenggam tanganya dan menangis di pangkuannya" Divya Gantari. "Tuhan punya rencana besar untuk mu di masa depan,walaupun kamu merasa tidak di beri kebahagiaan di masa kecil mu, Tuhan akan menggantikannya di masa depan mu,jangan berfikir tuhan tidak adil,kamu masih punya ibu yang amat menyayangimu " Radeva sagara. "Apa kamu punya tempat yang kamu ingin kunjungi?" Radeva sagara. "Tentu saja ada" Divya Gantari. "Dimana?" Radeva sagara. "Tokyo" Divya Gantari. cikidott !!!
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Forever Alone (Sudah Terbit)
  • AFKARA [END]
  • Different [END]
  • My Obsession (Chika×Ara)
  • Is There Hope [Completed]
  • REYFAL
  • Perihal Sandwich(End)
  • Is It Home ?
  • ANDAI AKU BISA

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines