Only You (On Going)

Only You (On Going)

  • WpView
    Reads 287
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jan 21, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Cinta tak harus memiliki? Mencintai dalam diam, walaupun terkadang menyakitkan tapi hanya itu yang bisa dilakukan. Masa remaja memang sangat menyenangkan, apalagi saat kita bisa mencintai seseorang dan berangan-angan jika orang tersebut juga berbalik mencintai kita. Seperti lagu kisah kasih disekolah, dan inilah kisah seorang remaja bernama Naura yang merasakan apa itu yang namanya jatuh cinta kepada Kakak kelasnya yang menjadi incaran satu sekolah karena semua tipe ideal seorang pasangan ada di diri Kakak kelasnya itu. Tapi terkadang realita tak seindah ekspetasi, apalagi Naura yang harus berjuang diantara hidup dan mati, melawan sakitnya yang mungkin akan bisa merenggut nyawanya kapan saja. Apakah dia bisa merasakan kebahagian sebelum semuanya terlambat, atau dia hanya bisa merasakan sakit dan lelahnya dalam bertahan?. Jika penasaran ikuti terus kisahnya. ** Slow Update (Sesuai Mood)
All Rights Reserved
#817
adek
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Elegi Rasa : Pergi
  • CHAVANDA (End)
  • L A R A (Falling and Love) βœ”
  • An Older Sister
  • LOST MY BREATH (ON GOING)
  • Summer Triangle  (Revisi)
  • The Real Of Me
  • Secret Love (Tamat)
  • GLANCE

Kadang menjadi begitu terlambat menyadari sesuatu akan membekaskan rasa sakit yang tak lekang oleh waktu. Saat cerita yang kelewat singkat dilalui menghantarkan pada sakit yang menghantui. Safir sudah merasakannya. Dua kali dalam hidup ia seperti dipermainkan rasa. Nila yang tak mau melihat. Dan Bianca yang pergi pada sesuatu yang tak terlihat. Ketika sepi melanda. Bukannya pada dunia yang luas, hanya pada dunianya sendiri yang tiba-tiba runtuh. Safir merasa begitu buruk di mata Bianca. Merasa begitu lelah di hadapan Nila. Dan malam itu, harusnya ia berusaha lebih keras. Saat si gadis berkata, "Aku pamit pulang, ya." Harusnya Safir membujuk lebih tegas. "Biar aku yang antar." Kenyataannya, Safir menjadi begitu terlambat. Saat rasa itu mulai tertambat. Hatinya justru sakit tanpa ada yang membebat.

More details
WpActionLinkContent Guidelines