CHOOSE YOU ( ON GOING )

CHOOSE YOU ( ON GOING )

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Feb 10, 2026
​Takdir tidak pernah bertanya apakah kita siap atau tidak. Ia hanya menarik benang merahnya dengan paksa, menyeret kita ke arah yang tak terduga. ​Di satu ujung, ada Elang. Dia adalah kutub selatanku-pemilik masa lalu yang aromanya masih tertinggal di ingatan. Seseorang yang mencintaiku dengan seluruh jiwanya, namun harus kalah secara tragis oleh keadaan yang meremukkan kami. Dia adalah cinta yang seharusnya menjadi rumah, namun kini terasa seperti rintihan yang tak kunjung usai. ​Di ujung lain, ada Kalandra. Kutub utaraku yang dingin namun tak tergoyahkan. Dia adalah anomali yang muncul saat duniaku runtuh. Meski tahu hatiku masih tertinggal di tempat lain, dia tetap berjuang menantang arus, menawarkan kehangatan yang tak pernah kuminta. Dia adalah pelabuhan yang menjanjikan ketenangan, meski aku tak yakin apakah aku layak berlabuh di sana. ​Kini, benang-benang ini saling bersilangan, menciptakan labirin menyesakkan tanpa jalan keluar. Aku terjebak dalam teka-teki takdir yang egois: ​Siapa yang sebenarnya memegang ujung benang sejatiku? ​Apakah dia yang cintanya terkoyak oleh keadaan, atau dia yang tetap berdiri teguh meski cintanya tak pernah berbalas? Di antara luka dan perjuangan, di manakah hatiku akan memilih untuk berhenti?
All Rights Reserved
#201
benangmerah
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • Transmigrasi Ziora
  • Tsundere Maniak Susu
  • GHAIKA (REVISI)
  • Blueprint Pelarian Villain [END]
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • The Time
  • I'm Not Just a Figuran
  • GRAVARENZO

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines