Ana Uhibbuka Fillah

Ana Uhibbuka Fillah

  • WpView
    Reads 2,120,779
  • WpVote
    Votes 71,066
  • WpPart
    Parts 99
WpMetadataReadComplete Thu, Dec 21, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Akram Nur Azmi adalah seorang putra dari pemilik pondok pesantren AN-NUR , dia memiliki sikap yang sangat baik, bahkan jadi panutan semua santri maupun santriwati di pondok pesantren nya. Sikapnya yang cuek kepada wanita justru membuat dirinya di kagumi oleh santriwati bahkan para ustadzah. Namun mereka harus mengalami patah hati yang luar biasa ketika gus Akram memilih menikah dengan seorang wanita yang bernama Alifa Zea Amanda. Wanita yang memiliki paras cantik, juga memiliki kulit yang putih bersih, Alifa juga dikenal sebagai wanita yang memiliki kecerdasan di atas rata rata. Akankah pernikahan mereka langgeng..? Atau justru pernikahan nya hancur..? Yuk di simak cerita nya
All Rights Reserved
#68
gusdanning
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Melawan Takdir (Tamat)
  • Gus Dosenku (End)
  • Cinta Neng Zulfa
  • Aldhefara (Re upload)
  • AMARFAZ
  • Uhibbuka Fillah Gus [END]
  • Humairoh

Ranking 1 #Penyesalan Ranking 1 #ponpes Ranking 1 #nikahpaksa Kisah seorang gadis berusia 20 tahun yang penuh kejadian kelam bahkan hampir mempertaruhkan nyawanya. Keluarganya sudah tiada. Namun masa lalunya seolah terus mengikutinya kemana pun ia pergi. Disaat ia ingin menenangkan diri di suatu pondok pesantren. Bukannya mendapatkan ketenangan, hidupnya seolah dipermainkan takdir yang tak ada habisnya. Takdir kembali membuka trauma masa lalunya yang justru semakin membuat luka itu semakin melebar. Bahkan pernikahan yang tak pernah ia bayangkan sama sekali, harus menjadi kisah buruk dalam hidupnya bersama Arshaan Abqary Althaaf. "Sudah puas menghancurkan kehidupan saya? Bahkan di hari menjelang pernikahan saya dengan perempuan yang saya cintai!!" "Kalau begitu ceraikan saja saya Gus!" "Cerai? lalu saya semakin dipandang rendah begitu? padahal semua ini adalah kesalahanmu!" "Lalu apa maumu Gus?!" "Nikmati saja nerakamu itu!" ucapnya meninggalkan Perempuan dengan gamis hitamnya itu. Air matanya tak lagi dapat dibendung. Hatinya terasa sangat sakit dan sesak. Jika pun ia bisa memilih, mungkin kematian akan lebih baik untuknya. Namun akankah ia bisa melawan takdirnya untuk bahagia? Wallahua'lam...

More details
WpActionLinkContent Guidelines