Mathematics, Law?? Forensic

Mathematics, Law?? Forensic

  • WpView
    Reads 1,198
  • WpVote
    Votes 138
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
Setelah tujuh tahun lalu aku ditinggalkan oleh laki-laki yang aku suka secara tragis, luka yang sudah aku coba obati selama ini belum juga sembuh. Dengan tekad kuat, aku berjanji pada diriku sendiri untuk hidup selayaknya aku harus hidup, dengan melakukan pengaturan pada fungsi selku agar dapat mengungkapkan berbagai fenomena biologis berdasarkan "pola dan bentuk", dengan itu aku dapat menemukan kebenaran kehidupan yang akan dibentuk oleh model matematika, aku harus dapat melanjutkan hidup hingga seratus bahkan seribu tahun ke depan. Cerita ini tentang aku yang mencoba bertahan hidup selagi kehidupan tidak berpihak padaku, bukan karena aku mencintai matematika, hukum, maupun forensik. Aku hanya ingin merasakan setidaknya satu kali hidup bahagia selayaknya manusia di muka bumi ini.
All Rights Reserved
#137
forensik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Embun Purnama [Un-Publish]
  • Darkness [ORINE]
  • Di Balik Nama Zella
  • Hear (Completed)
  • BAM || Betapa Aku Mencintaimu (End)
  • Light In The Dark
  • ABOUT ERINE (orine)
  • Crazy Phsyco||harukyu(slow up)
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END

[Lom revisi^^] [TAMAT] Aku tidak tahu apakah tempatku benar-benar di sini. Tak seorang pun yang bisa ku ajak bicara. Tak seorang pun yang mau mendengarkan ceritaku. Memiliki sahabat satu-satunya yang bisa mendengarkan segala kelu kesahku, malah pergi meninggalkanku sendirian dalam sunyi, larut dalam kesepian untuk waktu yang lama. Aku butuh teman cerita, aku butuh seorang pendengar, aku butuh kasih sayang dan cinta. Ya, aku gadis yang rakus, aku butuh perhatian lebih, aku ingin dihargai selayaknya manusia. Terkadang, aku sudah berusaha memberikan yang terbaik. Tapi, tak seorang pun yang menghargainya. Ini membuatku sakit. Namun, aku bersyukur terhadap suatu hal. Ketika seseorang meninggal, maka akan dikubur sendirian tanpa teman. Setiap orang pasti akan merasakan yang namanya 'sepi.' Mungkin tidak sekarang, tapi nanti. Dan aku, sudah membiasakannya dari sekarang. Jika boleh meminta, aku ingin mati secepatnya. Aku lelah, kenapa aku tetap hidup sementara tidak ada yang menganggapku. Aku juga seorang manusia yang ingin dihargai. Aku juga seorang anak yang butuh kasih sayang. Dan aku juga seorang perempuan yang butuh cinta dari seorang laki-laki. Hidup sebagai tokoh figuran, jika hilang pun tak akan dicari. Semenyedihkan itu memang. Tapi, aku tetap bersyukur karena sudah diberi kesempatan untuk hidup. Setidaknya, aku bisa menulis novel ini walau hanya untuk diriku sendiri. ~Embun Purnama~ Mulai: 2022 Selesai: 2022

More details
WpActionLinkContent Guidelines