Mathematics, Law?? Forensic

Mathematics, Law?? Forensic

  • WpView
    Reads 1,273
  • WpVote
    Votes 141
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Feb 7, 2026
WpInfo
Non-Fiction
Setelah tujuh tahun lalu aku ditinggalkan oleh laki-laki yang aku suka secara tragis, luka yang sudah aku coba obati selama ini belum juga sembuh. Dengan tekad kuat, aku berjanji pada diriku sendiri untuk hidup selayaknya aku harus hidup, dengan melakukan pengaturan pada fungsi selku agar dapat mengungkapkan berbagai fenomena biologis berdasarkan "pola dan bentuk", dengan itu aku dapat menemukan kebenaran kehidupan yang akan dibentuk oleh model matematika, aku harus dapat melanjutkan hidup hingga seratus bahkan seribu tahun ke depan. Cerita ini tentang aku yang mencoba bertahan hidup selagi kehidupan tidak berpihak padaku, bukan karena aku mencintai matematika, hukum, maupun forensik. Aku hanya ingin merasakan setidaknya satu kali hidup bahagia selayaknya manusia di muka bumi ini.
All Rights Reserved
#168
forensik
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Doctor Lil-Daddy [END]
  • DUNWICH
  • Lost Stars
  • Darkness [ORINE]
  • Kamu Yang Terindah ( ORINE ) -END
  • Di Balik Nama Zella
  • Light In The Dark
  • Hear (Completed)
  • RUANG KELABU  [TAMAT]

Kebencian, trauma, dan kesedihan yang mendalam itulah yang memicu dan menjadikan dirinya seperti seorang monster. Tak taukah kau, mulutmu itu begitu tajam ketika kau memakinya dengan seenak hatimu hingga membuatnya semakin hancur? Dia kesakitan, sedih, marah, kecewa, depresi dan trauma lantaran penyiksaan demi penyiksaan yang menyakitkan, penghianatan cinta yang tragis, hinaan cercaan makian yang menyayat hati, bahkan pemerkosaan begitu mengerikan yang telah merengut secercah harapanya untuk hidup bahagia. Tidakkah kau dengarkan tangisan pilunya? Tidakkah kau dengarkan teriakanya yang menyayat hati itu? Atau kau pura pura tuli karena keegoisanmu? Bagaimana bisa kau tertawa dan mencerca, dan menghakiminya selayaknya manusia hina tanpa sudi mengenal dan mengetahui apa yang terjadi padanya. Kau pikir kau siapa? "Dia monster kamar 23, dan dia pembunuh"

More details
WpActionLinkContent Guidelines