No Mercy

No Mercy

  • WpView
    Reads 190
  • WpVote
    Votes 26
  • WpPart
    Parts 11
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jun 17, 2026
⚠️WARNING! Cerita ini mengangkat tema fiksi kriminal yang memuat adegan kekerasan, kata-kata kasar, dan aksi intens. Tidak ditujukan untuk pembaca usia di bawah 18 tahun⚠️ Di balik gemerlap kota metropolitan, agensi ilegal bernama Obsidian Intelligence Agency (OIA) membentuk para agen tanpa nama, hati, dan masa depan. Menciptakan mesin pembunuh yang patuh pada siapa pun yang membayar cukup mahal. Noel Collins adalah salah satunya. Namun, sebuah petunjuk tentang kematian ayahnya perlahan menyeret Noel pada rahasia kelam yang selama ini disembunyikan agensi tempatnya dibesarkan.
All Rights Reserved
#43
laga
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Red in Gray: Percikan Aksaraku
  • a Puzzling of Journalism [END]
  • Fragment of Us [Terbit]
  • GALESTRO NEW ERA
  • Dia Iqbaal
  • [OCTOBER] Regular Menu
  • Crimson B. Theater
  • From Incheon With Love (COMPLETED)
  • Bhumija
  • Crushscope [TAMAT]

Ada aksara dalam sebuah metafora. Percikan merah dalam gesekan kelabu. Berbaur dalam intonasi yang tentunya tak tersalurkan. Ada emosi, imajinasi, bahkan konspirasi. Terserah apa yang ingin disampaikan. Ini bukanlah sebuah kisah yang tersaji dalam barisan kata. Ini hanyalah sajian emosi yang terikrar dalam deretan prosa. Bukan ancaman, bukan juga tiruan, melainkan aduan. Cicilan-cicilan masalah yang satu persatu disalurkan sebagai bentuk keluh kesah. Untaian diksi yang memercikkan nyala api yang sempat bungkam. So, ini hanyalah kata-kata kunoku yang sudah menumpuk. Setiap bait kata memiliki kisah yang berbeda. Ini curhatan sih sebenarnya. Cuma aku nggak pede kalo nulis-nulis kayak ke diary gitu. Kontras rasanya. Kayak gimana, ya? Bagiku kayak nggak bisa dijadiin bacaan aja gitu. Kalo diary 'kan pas dibaca ulang jadinya malah malu. 'Ih aku kok gini dulu, ya?' Kayak gitu kesannya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines