DAMARA ✓

DAMARA ✓

  • WpView
    Reads 657
  • WpVote
    Votes 45
  • WpPart
    Parts 12
WpMetadataReadComplete Sun, Mar 31, 2024
Kisah seorang gadis menjalani kehidupan pahit nya bersama ibu dan ayah tirinya berserta kedua saudari nya.Damara tinggal bersama ibu tirinya semenjak ayah kandung nya meninggal hingga kini sudah menikah lagi. Damara menjalani kehidupan nya tanpa ada nya kasih sayang dan peran kedua orang tua, yang hanya dia dapat hanya kebencian dari orang tua tirinya. Namun hal itu tidak membuat Damara merasa tersakiti melainkan sudah terbiasa. karna bagi nya kebencian adalah teman yang menemani perjalanan hidup nya dari kecil hingga tumbuh remaja. "Dunia memang pahit, tapi itu lah kehidupan" - Damara [HEH FOLLOW DULU BARU BACA]> [PANTENGIN TERUS CERITA NYA YA]✓ [CERITA INI MURNI HASIL KARYA SAYA SENDIRI] PLAGIAT? JAUH-JAUH SANA!
All Rights Reserved
#899
sendiri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Memories in Moon
  • Damira (END)
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • acalapati
  • SELESAI (Say Goodbye)
  • Paradise
  • Takdir Sang Ilahi [END]
  • I Will Change My Fate | By: soraya || Rora & Jungwon
  • ZEYA
  • Rumah Sepasang Luka ✓

Gadis ini menundukkan kepala membiarkan kucuran air membelai surainya. Hujan terus menggiringku untuk bermimpi, takala ia terus menyusuri tubuhku dari rambut, hingga ujung kaki. Aku hanya diam, air ini sedikit membuat ku tenang. Aku takut, aku gelisah. Aku ingin berteriak memaki keadaan. Memaki diriku. Hujan, akan kah dirimu marah jika ku maki dengan isak ku? Akankah dirimu menerima rasa takut ku? Trauma ku? Semua kegelisahan ku? Rasa tidak percaya ku akan diri ku sendiri? Adakah yang bisa menerimaku? Bulan, jika kau jadi aku, akankah tetap setegar dirimu? Apakah hujan adalah wujud kekecewaan mu pada diri sendiri? Apakah awan yang menutupi mu adalah caramu untuk menghilang? Akankah menghilang adalah wujud lelah mu? Bersembunyi dibalik awan, apakah itu bentuk ketakutan mu seperti aku takut menghadapi kenyataan? Boleh aku jadi dirimu? Jarang di lihat mata, di nanti sebelum purnama namun di sukai saat sempurna. Bulan, pernah kah kau takut akan cacian manusia yang begitu kejam? Bahkan, bintang yang dapat kau gapai bisa saja mencela mu. Rambu dari mereka selalu menusuk nurani. Hilang akal ku, hilang kepercayaan ku. Masih normalkah jika ku bilang ingin menghilang? Masih terimakah kau jika ku bilang mereka harus lenyap?

More details
WpActionLinkContent Guidelines