Story cover for Rivalved  by AzhuyaShi
Rivalved
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 29, 2023
Abyas terkekeh bangga dengan pencapaian, dia menarik pinggang Acelina lalu berbisik ditelinganya. "Kau hanya akan selalu menjadi nomer dia, kau harus sadar akan posisimu saat ini, seberapa keras kau berusaha pemenangnya adalah aku." 

Saat itu juga Acelina mendorongmu. "INI HANYA KEBETULAN! AKU HANYA MEMGAKAH DEMI KAU!" Acelina emosi dengan hinaan yang diberikan Abyas. Acelina menatap tajam Rivalnya itu seolah menganggapnya sebagai musuh bebuyutan.

sedangkan Abyas semakin tertawa senang. "Berhenti marah-marah, lihatlah wajahmu memerah."

Acelina memalingkan wajahnya, agar Abyas berhenti mengejek wajahnya yang merah. "Diam!"

Dengan lembut Abyas meraih dagu Acelina, mendekatkan wajahnya hingga Acelina dapat merasakan nafasnya dan berkata dengan lembut, "Kau terlihat semakin cantik. Acel," kata Abyas seolah melupakan perseteruan antara dia dan Acelina, tatapannya terlihat jauh berbeda dari biasanya.
All Rights Reserved
Sign up to add Rivalved to your library and receive updates
or
Content Guidelines
You may also like
CINDY : Sebelum Aku Pergi by rasainiindah
11 parts Ongoing
"Apa yang sanggup memisahkan dua hati yang saling mencinta? Katakan padaku, Cindy." Suara Rayven terdengar serak, seolah setiap katanya membawa luka yang tak bisa disembuhkan. Tatapan matanya merintih, memohon jawaban dari gadis yang berdiri di hadapannya-jawaban yang mungkin bisa menyelamatkan hatinya dari kehancuran. Cindy menatap tanah sejenak, bibirnya bergetar. Ia mengangkat wajahnya perlahan, menatap mata Rayven dengan pandangan yang dipenuhi air mata dan rasa sesal. Dengan suara yang lirih, sehalus angin yang menyesap di antara rinai hujan, ia menjawab: "Waktu, Rayven... dan tempat yang tak lagi sama." Air matanya jatuh, tanpa bisa dicegah, menyatu dengan tetes hujan yang membasahi dunia di sekitar mereka. Hujan turun seolah ikut menangis, mengiringi jiwa yang saling mencinta namun tak bisa bersama. Rayven menggeleng pelan, hatinya mencabik dari dalam. Ia meraih tangan Cindy, memohon dengan sisa harapan yang ia miliki, Namun Cindy menarik tangannya, perlahan tapi pasti, lalu melangkah mundur. "Kalau waktu memisahkan kita... maka aku akan menunggu selamanya!" Rayven berseru, suaranya nyaris patah. "Cindy, tolong... beri aku alasan! Kenapa kamu harus pergi? Kenapa bukan kita yang melawan dunia ini bersama?" Cindy tersenyum dalam tangisnya. "Karena tidak semua cinta ditakdirkan untuk dimenangkan, Rayven..." Kemudian ia berbalik, melangkah pergi, meninggalkan Rayven di tengah hujan yang kini terasa jauh lebih dingin dari sebelumnya.
Hope is a dream that is doesn't sleep by DionDendelion
13 parts Complete
Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂
REUNI (Enam) by Narra140800
34 parts Ongoing
~ini lanjutan cerita ~Black Code ~ Apa nak kita buat hari ni?" tanya Ali antusias karena sudah lama mereka di liburkan dari misi. "Aku tak tau," jawab Alicia. "Kau dah sehat betul-betul ke ni?" Ali memandang khawatir Alicia. "Mestilah, lama masa rawatan yang aku jalani, tak kan tak sehat lagi, dah baik kita cepat, jenderal dah tunggu." Alicia mempercepat langkah kakinya. Setibanya mereka di akademi, Ali di sambut riang oleh semua teman-temannya terutama ejen wanita yang baru selesai menjalani perawatan sehabis kejadian yang menimpa sebelumnya. "Wah, rindu sangat ngan kau, Ali." heboh Moon seraya meninju bahu Ali. "Haha, aku pun rindu juga dengan korang semua. Haa, Khai...macam mana misi korang semalam?" tanya Ali sambil mendekati sahabatnya itu. "Tak sepenuhnya berjaya," jawab Khai lesu. "Eik, kenapa?" "Tak pe lah, yang terpenting Black Code tu dah tak ganggu dia." ucap Jet seraya merangkul Khai. "Ye dan lagi kita dah berjaya selamat kan Rizka," ucap Chris menimpali. "Betul juga, Rizka kau tak cedera kan?, kita orang di bagi tau ejen Geetha yang kau tu tekena tangkap." ucap Mika sambil mendekati Rizka. "Iya, yang herannya gw gak ingat siapa yang udah nyelamatin gw." jawab Rizka yang terlihat sangat linglung. "Bukan diorang ke?" tanya Roza bingung karena yang mereka semua dengar Jet dan ketiga rekan mereka menyelamatkan Rizka dari ruang bawah tanah tempat ia di sekap. "Bukan, kita orang tejumpa Rizka dah tertidur kat luar ruang bawah tanah tu. Belum sempat masuk." terang Jet. "Belum lagi, Anggrek Merah masih belum tertangkap." ucap Rudy mengejutkan semua orang. "Tapi untuk masalah tu, uncle cakap kita orang tak kan ikut sertai misi penangkapan Anggrek Merah, jadi aku rasa kira orang dah benar-benar terbebas dari semua masalah." ucap Ali untuk menenangkan kegelisahan teman-temannya. ~Mohon maaf kalo update nya lama dan tidak terjadwal karena author sibuk memikirkan alurnya (⁠-⁠_⁠-⁠;⁠)⁠・⁠・⁠・
Heartbeats: Di Antara Dua Dunia by LangitAdikara
25 parts Ongoing
"Ketika cinta menjadi denyut terakhir, akankah takdir mengizinkan mereka untuk bersama?" Revan Alastair hidup di dua dunia yang berbeda. Di satu sisi, ia adalah pemimpin yang disegani di geng motor "Falcon," sosok yang tak kenal takut, dingin, dan sulit ditebak. Namun, di balik semua itu, ada sisi lain dari dirinya seorang pemuda yang tersembunyi di balik topeng keberanian, yang setiap hari bergumul dengan rasa sakit tak kasat mata. Penyakit bipolar dan masalah jantung menjadi teman yang tak pernah pergi, membuatnya merasa sendirian meski dikelilingi banyak orang. Rasa sakit itu, baik fisik maupun emosional, semakin nyata ketika malam tiba dan tak ada yang bisa mendengarnya. Di sisi lain, ada Kirana Elara, gadis berjiwa lembut yang selalu merasa terasing dalam hiruk-pikuk sekolah. Terluka oleh perlakuan teman-temannya dan kekurangan kasih sayang dari keluarganya, Kirana terbiasa menyembunyikan air mata di balik senyum manisnya. Hidupnya yang penuh kesunyian mulai berubah ketika ia bertemu Revan, seorang pemuda yang nampak jauh dan tak terjangkau, namun memiliki mata yang menyimpan ribuan cerita. Pertemuan mereka di sebuah malam penuh bintang mengubah segalanya. Kirana mulai melihat sisi lain Revan, sosok yang rapuh dan membutuhkan kehangatan, sementara Revan menemukan ketenangan dalam senyum Kirana yang tulus. Perlahan, mereka mulai menjalin kisah yang tak terduga, saling mengisi kekosongan dalam diri masing-masing. Penyakit Revan yang sering menyerang secara tiba-tiba menjadi tantangan terbesar bagi mereka berdua. Tak ada yang tahu betapa beratnya Revan menjalani hari-harinya. Suatu hari, Revan mengalami serangan jantung yang parah dan berada di ambang kematian. Kirana dihadapkan pada pilihan sulit bertahan di samping Revan atau merelakan kepergiannya. Dalam proses pencarian jati diri dan pergulatan dengan takdir, Kirana menemukan seorang kekasih baru yang memberinya harapan akan kehidupan yang lebih tenang. Namun, di saat ia mulai belajar untuk melepaskan...
You may also like
Slide 1 of 10
Rieril cover
ABINARA [SUDAH TERBIT] cover
Rival cover
Entwined by fate || BXB cover
CINDY : Sebelum Aku Pergi cover
troublemaker VS ketos! ✔ cover
RAVIEL cover
Hope is a dream that is doesn't sleep cover
REUNI (Enam) cover
Heartbeats: Di Antara Dua Dunia cover

Rieril

12 parts Complete

Menyadari keberadaan Eril, Eyra buru-buru mengusap wajahnya. Eyra kembali menoleh, kini dengan senyum manisnya seakan tidak terjadi apa-apa. "Ngapain?" Tanya Eril yang dijawab gelengan ringan dari Eyra. Eril ikut duduk di samping Eyra "ketahuan banget." Ujarnya lalu menarik Eyra ke dekapannya. "Eril Apa-apaan sih?" Kesal Eyra berusaha melepaskan diri. Bukannya melepaskan, Eril malah semakin mengeratkan pelukannya. "Udah, nangis aja gak ada yang liat juga." Mendengar itu Eyra berdecak "ngapain sih, dateng-dateng malah nyuruh nangis" katanya, kali ini sudah tidak ada penolakan di dalam dekapan Eril. "Gue gak tau masalah lo apa, tapi gue bisa ngerti lo ada masalah" ujarnya menepuk-nepuk bahu Eyra. "Gak usah ngejawab!" Tanpa diminta lagi, tangis Eyra pecah. Eyra menangis bersandar di dada Eril. Gak usah ngira ngira, kisahnya gak semenyedihkan itu kok. Penasaran kelanjutannya? Yok! Ikuti kisah satu ini!