Rivalved

Rivalved

  • WpView
    Reads 4
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Oct 29, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Abyas terkekeh bangga dengan pencapaian, dia menarik pinggang Acelina lalu berbisik ditelinganya. "Kau hanya akan selalu menjadi nomer dia, kau harus sadar akan posisimu saat ini, seberapa keras kau berusaha pemenangnya adalah aku." Saat itu juga Acelina mendorongmu. "INI HANYA KEBETULAN! AKU HANYA MEMGAKAH DEMI KAU!" Acelina emosi dengan hinaan yang diberikan Abyas. Acelina menatap tajam Rivalnya itu seolah menganggapnya sebagai musuh bebuyutan. sedangkan Abyas semakin tertawa senang. "Berhenti marah-marah, lihatlah wajahmu memerah." Acelina memalingkan wajahnya, agar Abyas berhenti mengejek wajahnya yang merah. "Diam!" Dengan lembut Abyas meraih dagu Acelina, mendekatkan wajahnya hingga Acelina dapat merasakan nafasnya dan berkata dengan lembut, "Kau terlihat semakin cantik. Acel," kata Abyas seolah melupakan perseteruan antara dia dan Acelina, tatapannya terlihat jauh berbeda dari biasanya.
All Rights Reserved
#271
rival
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Hope is a dream that is doesn't sleep
  • RAVIEL
  • Rival
  • ALDIR (SEGERA TERBIT)
  • "diam-diam jatuh cinta"
  • GUNFA
  • Rieril
  • ABINARA [SUDAH TERBIT]
  • Heartbeats: Di Antara Dua Dunia
  • REUNI (Enam)

Forth melepaskan pelukannya dan tertawa, menjauh dari beam dan duduk di tepi tempat tidur. "Maaf beam sudah ku katakan jangan pakai hati kepada ku. Kita tidak seharusnya seperti ini." " Maafkan aku P" "Kau menyukai komik yang aku belikan p?" "Tentu saja, Aku rasa bisa menyelesaikan membaca dalam 3 hari " jawab Forth yang muali serius membaca di atas tempat tidurnya. Beam menghela nafas dan ikut mengambil satu komik dari meja Untuk di bacanya. Forth menggeser sedikit tubuhnya memberi tempat untuk Beam. "Apa kau sudah mandi P..?" "Tentu saja sudah, saat kau berjalan kemari" jawab Forth tanpa menoleh ke arah beam yang bahkan tidak bisa berkonsentrasi dengan komik yg di bacanya. "Apa kau sudah mandi, beam?" "Aku dari kantor langsung kesini 😉" jawab beam santai "Jadi kau belum mandi 😨 sana pergi mandi !" Forth memukulkan bantal di sampingnya kepada beam. Dan beam merasa harus membalasnya. "Kurang ajar sekali kau." Ucap beam balas pukulan bantal dari Forth hingga perang bantal yang seharusnya tidak terjadi pun terjadi. "Aku tidak mau mandi 😤" Jawab beam kekeh. "Baiklah aku juga tidak akan menyentuhmu😛." "Siapa bilang kau boleh menyentuhku..?😗" Beam melotot tajam pada Forth, tapi bukannya takut Forth malah gemas dan langsung meraih leher beam berakting mencekiknya. Cerita ini dapat ambil dari judul cerita yang sama yang di buat sama kak Reni fajarwati.... & mungkin ceritanya ngga sama persis sama aslinya nyesuaiin latar nya😂😂

More details
WpActionLinkContent Guidelines