MELODI SEAN

MELODI SEAN

  • WpView
    Reads 147
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Nov 14, 2025
[FOLLOW DULU BESTIE SEBELUM MEMBACA] Kalau bisa jangan nunggu end dulu baru baca kak 💙 Haloo guys! 🤩❤️ Raraa bawain cerita baru nih, baca yaa ⚠️ Dilarang plagiat dalam bentuk apapun‼️ *** Sean Ade Samudra, panggil saja dia Sean. Bukan seorang ketua geng motor, kapten basket, ataupun ketua OSIS. Dia Sean, si anak band. Atau lebih tepatnya seorang gitaris. Wajah tampannya itu sangatlah mempesona bagi kaum hawa, apalagi caranya memainkan gitar menambah kesan tampan pada diri cowok itu. Gadis mana yang tidak terpesona dengan Sean? Hampir semua siswi SMA Garuda mengidolakannya. Salah satunya adalah Angela, Angela Syena Azila. Gadis yang mengikuti ekstra band bersama Sean, bedanya jika Sean seorang gitaris, maka Angela adalah seorang vocalis. Suaranya yang sangat merdu itu diiringi dengan melodi gitar milik Sean sangatlah cocok. Penasaran sama kisahnya? Yuk bestie cuss bacaa! Nggak suka sama ceritanya? Skip aja. Murni hasil pemikiran dari author! Maaf jika ada kesamaan nama, tempat, tokoh, adegan, dll. Jangan lupa follow my ig : @story.ciraa Start : 5 Juli 2025 End : - 🦋🦋🦋
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Nala dan Mas Juragan
  • Salah Status
  • Stand by Me (END+LENGKAP)
  • Rencana Pensiun Dini Nona Villain
  • Candu Sentuhan Sahabat Hyper
  • EGLLAR MY PERFECT HUSBAND [END]
  • Kembang Desa
  • Nakula
  • Hello Mr. Komrad (Complete)
  • Prahara Lamaran [END]

Setelah menyelesaikan kuliahnya, Kanala Ayudia Kirana (22) diminta oleh keluarganya untuk pulang ke kampung halaman dan tidak perlu bersusah payah mencari pekerjaan di ibu kota. Namun, Nala menolak dengan alasan tidak ingin menyia-nyiakan gelar di belakang namanya. Ia bersikeras ingin mencari pengalaman kerja selama satu tahun terlebih dahulu sebelum benar-benar menetap di kampung. Keluarganya akhirnya menyetujui, dengan satu syarat: Nala hanya boleh bekerja selama satu tahun, tidak lebih. Sayangnya, baru tiga bulan bekerja di salah satu perusahaan ternama, Nala menyerah. Tekanan pekerjaan yang tinggi dan lingkungan kantor yang tidak sesuai dengan ekspektasinya membuatnya kehilangan semangat. Ia pun memutuskan untuk mengundurkan diri dan berdiam diri di kosan, tanpa keberanian untuk memberi tahu keluarganya. Raras-ibu Nala-yang kemudian mengetahui anak bungsunya sudah tidak bekerja lagi, segera mendesaknya untuk pulang. Sebelum Nala sempat menolak, Raras lebih dulu mengancam tidak akan lagi mengirimkan uang bulanan. Terpojok dan kehabisan pilihan, Nala akhirnya menyerah. Ia berkemas dan pulang ke kampung halamannya. Namun siapa sangka? Di antara hamparan sawah dan hari-hari yang membosankan di warung milik ayahnya, hadir Hanggara Wiratama (31), juragan tanah sekaligus pemilik peternakan ayam terbesar di desa tetangga, selain itu ia juga menjalankan usaha jual-beli beras yang ia bangun dari nol, tak lupa dengan usahanya di kota yang tidak banyak diketahui orang. Sosoknya yang tenang dan apa adanya membuat Nala belajar bahwa pulang bukan berarti kalah, melainkan menemukan tempat untuk tumbuh. Bersamanya, Nala menyadari bahwa tidak semua mimpi harus dikejar jauh ke kota, sebagian justru menunggu untuk ditemukan di rumah.

More details
WpActionLinkContent Guidelines