Freyana VS Everybody [END]

Freyana VS Everybody [END]

  • WpView
    GELESEN 123,431
  • WpVote
    Stimmen 10,355
  • WpPart
    Teile 54
WpMetadataReadAbgeschlossene Geschichte Do., Jan. 1, 2026
WpInfo
Fanfic
Alternatives Universum (AU)
Bands und Gruppen
Berühmte Persönlichkeit
Berühmte Persönlichkeit: Musiker*in
(Series #23137099) Freya hanyalah seorang gadis muda yang ingin memulai hidup barunya dengan tenang di SMA 48 JKT. "Freyana akan menjadi calon murid teladan, Freyana akan menjadi orang baik-baik." Itulah janji yang selalu Freya ucapkan pada Bundanya. Akan tetapi, kehidupan baru yang diimpikannya harus menemui masalah. Masa lalu Freya mengejarnya dan mengepungnya di sekolah tersebut. Mampukah Freya memperjuangkan kehidupan tenang di SMA 48 JKT? Bisakah dia menyelesaikan masalah dengan masa lalunya? Dan apakah Freya mewujudkan mimpinya menjadi murid teladan? . . . . . . Cerita ini ditulis oleh pemula. Tokoh dalam cerita ini didasari dari anggota JKT48. Sedangkan kejadiannya fiktif sama sekali. Jadi jangan bawa ke dunia nyata ya. Update? Sekali sebulan (kalau bisa :v).
Alle Rechte vorbehalten
#12
ff
WpChevronRight
Serie

Siklus

  • 54 Kapitel
  • Just a Oneshot (JKT48) [END]
    7 Kapitel
  • The Book of Hillary
    3 Kapitel
  • JKT48 (SITUATION)SHIP
    30 Kapitel
  • A Certain Story's End. [END]
    3 Kapitel
  • (Oneshot) Flora Punya Pacar! [END]
    1 Kapitel
Werde Teil der größten Geschichtenerzähler-CommunityErhalte personalisierte Geschichtenempfehlungen, speichere deine Favoriten in deiner Bibliothek und kommentiere und stimme ab, um deine Community zu vergrößern.
Illustration

Vielleicht gefällt dir auch

  • The Silence That Shaped Me
  • BE NORMAL : FREFIO
  • DISTRIK 48 (SEASON 2) [ TAMAT ]
  • Janji, Ambisi & Dendam [ FREFIO & FRESHA ]
  • Malu-Malu Mau (FreFlo)
  • Light Amidst the Urban Darkness
  • Kamu Milikku Freyana

"Aku tetap ada. Meski kalian pura-pura aku tidak pernah lahir." Goresan tinta hitam itu tampak tegas, meski tangan yang menuliskannya sempat gemetar. Tulisan itu menggantung di atas pantulan wajah Freya-seakan mengukir ulang dirinya. Bukan lagi sebagai anak yang tak dianggap, tapi sebagai sosok yang memilih berdiri. Di antara luka, pengkhianatan, dan keheningan yang membatu, ia tetap ada. Ia hidup. Bukan demi pengakuan. Bukan demi cinta yang tak kunjung datang. Tapi demi dirinya sendiri. Untuk pertama kalinya, Freya tak menanti suara dari luar kamar. Tak lagi berharap ada ketukan, atau sapaan lembut di pagi hari. Ia tahu, pagi itu akan tetap sepi. Seperti biasanya. Namun kali ini, ia tidak takut. Karena saat dunia berhenti menyambutnya... Ia akhirnya menyambut dirinya sendiri.

Mehr Details
WpActionLinkInhaltsrichtlinien