Atthala Zeinandra

Atthala Zeinandra

  • WpView
    LECTURES 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., juin 3, 2024
Menyebalkan bukan, jika seseorang mengkritik hobi kita? Sungguh itulah yang dirasakan Lilis saat itu. Ternyata dari percakapan singkat tersebut. Terdapat kisah cinta yang indah di dalamnya. Namun, apa yang terjadi jika keduanya mempunyai luka yang amat dalam di hidupnya "Aku, sakit. Attha" ujarnya secaya mengambil secarik kertas dari Rumah sakit. "Aku, juga sakit lis... sakit mental. Bantu aku buat sembuh yaa. Jangan pergi". Ucap dirinya dalam keadaan mata sendu itu. Akankah lilis akan sembuh, dan Attha dapat mengungkapkan jati dirinya? Ayo baca selengkapnya disini. Kritik dan saran serta vote kalian sangat membantu... Luv all><
Tous Droits Réservés
#91
amarah
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Ketukan Takdir
  • [1] LUKA SEMESTA [END]
  • Alleya dan Dunia Novelnya (TERBIT)
  • Lisya [End]
  • Cool Boy Or Childish Boy (Completed)
  • Kita Sembuh Bareng?
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Lara yang tak kunjung USAI ||•ondah•||
  • Cuek Tapi Romantis [Dreame/Innovel]

(SEBELUM BACA ALANGKAH BAIKNYA FOLLOW TERLEBIH DAHULU) "Kesalahan terbesarku adalah pernah menjaga jodoh orang lain." Lily pernah percaya bahwa ia telah menemukan takdirnya. Bertahun-tahun ia mencintai, menjaga, dan memperjuangkan seseorang yang ternyata bukan untuknya. Ketika cinta yang ia pelihara sepenuh hati berakhir dengan pengkhianatan, Lily hanya bisa menggenggam sisa-sisa luka yang ditinggalkan. Dalam kehancurannya, Lily belajar menyerah... kepada takdir, kepada kehendak Tuhan. Ia tak lagi mencari, hanya berusaha sembuh-dengan doa dan jarak dari cinta. Hatinya kini dikelilingi tembok yang ia bangun sendiri, demi melindungi diri dari rasa kecewa yang sama. Namun takdir punya rencana lain. Di usia 24 tahun, di tengah kesibukan koas yang ia kerjakan sebagai mahasiswa kedokteran, hadir seorang pria yang tak hanya datang... tapi bertahan. Tulus, sabar, dan tak mudah menyerah. Ia tak menuntut balasan, hanya berharap diberi kesempatan. Apakah ini cinta baru yang tulus dari Tuhan? Atau justru ujian lain yang akan kembali membuatnya patah? ⚠️Disclaimer dilarang kelas mengcopy paste atau plagiat karna itu tidak boleh dan ada hukumnya⚠️ Cuss yuk dibacaaa. ☺️☺️☺️

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu