Algoritma Mahabbah

Algoritma Mahabbah

  • WpView
    LECTURAS 89
  • WpVote
    Votos 24
  • WpPart
    Partes 3
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación lun, nov 18, 2024
"Bila rindu telah menjadi kelabu, maka cinta akan datang dengan membawa segudang warna," tulis Asraf di atas selembar kertas yang akan diberikan kepada kekasihnya, Hifza Azizah. Hubungan cinta tanpa ankara nafsu telah dijalani bersama. Hanya saja, hubungan mereka berdua berdikari di atas saujana renjana dalam satu almamater yang sama namun dengan tempat yang berbeda. Senandung mahabbah dan larikan suratlah yang dapat menghubungkan kedua hati mereka berdua yang terpisah tanpa saling bersua dan bersemuka. Lantas, apa yang akan terjadi dengan hubungan mereka berdua selanjutnya? Apakah hubungan Asraf dan Hifza akan tetap berjalan semestinya, atau justru sebaliknya?
Todos los derechos reservados
#607
pesantren
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Hijrah Cinta [Telah Terbit]√
  • Assalamu'alaikum! Wahai Imamku!
  • Astagfirullah, Alzam! (End)
  • Dia dan Doa
  • Janji Diujung Doa
  • Screat Captain-completed
  • Dendam Dan Cinta
  • AZALEA
  • Arafah
  • Imam dari Sepertiga Malam

(17+) 🚫 DO NOT COPY Sebuah kisah yang siap membuat jantungmu berdebar kencang seiring dengan untaian kata yang terbaca oleh netra, susunan sederhana namun sarat makna yang dipenuhi intrik dan juga romansa. Ketika keimanan dimanipulasi, membuat sebuah jiwa dilema dan bimbang, sepucuk cahaya suci di ujung bumantara menunggu kedatangannya, hingga pilihan rumit mulai dihadapkan pada jiwa yang tengah resah, linang beningnya mengalahkan tetesan embun di pagi hari, namun linang itu kini berubah menjadi lautan duka. Pilihan hidup yang penuh kontroversi, di kucilkan hingga bahkan di tuding sebagai bibit radikalisme, rintangan adalah bagian dari ujian kenaikan derajat sang insan. Kehidupan Afshin kini jauh berbeda saat lisannya mengucap kalimat syahadat, meski keluarga bahkan kerabat menjauhinya, namun ketenangan selalu ada di dalam sanubarinya. Apa yang akan terjadi selanjutnya, apakah Afshin mampu memegang teguh keimanannya? Dan siapakah sosok lelaki rupawan yang sudah menyelamatkan dirinya dari kekejaman fitnah? Segera cari tau jawabannya, dengan membaca langsung novel ini. Design cover by @as.digitalproduction

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido