Story cover for Pick Me by DianYustyaningsih
Pick Me
  • WpView
    Reads 1,295
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 1
  • WpView
    Reads 1,295
  • WpVote
    Votes 91
  • WpPart
    Parts 1
Ongoing, First published Oct 31, 2023
"Kalo gue sih emang dari dulu udah biasa mandiri ya gak kayak cewek-cewek lain. Jadi gue gak mungkin mendadak bego cuma karena cowok!"

Ucapan itu yang selalu keluar dari mulut Rebecca Nadlyne, ketua Paskibra Sahara International School. Sial cewek itu harus menelan semua yang pernah ia ucapkan saat ia tidak sengaja meminum beer milik Saturnus yang dicampur dengan jus tomat. 

"Becca lo mabuk?" celetuk Amara begitu saja. 

"Mabuk apa sih! Ngawur banget lo."

"Becca gue itu setiap hari lihat bapak gue mabuk jadi gue hapal bau-bau orang mabuk."

Rebecca mengerjapkan mata beberapa kali. Ia merasakan ada yang berputar di kepalanya. Entah bagaimana cara menggambarkannya ia seraya sedang diambang sadar dan tidak sadar. 

"Ngawurr..."

"Becca lo habis minum apa? Jujur!"

"Huh?" jeda Rebecca mengingat sesuatu. 

"Gue cuma minum jus tomat punya Saturnus doang."

"Astaghfirullah pasti ada yang gak beres. "

Rebecca yang jalannya sudah sempoyongan segera Amara titah untuk menuju kelas sebelum sesuatu yang tidak benar terjadi. 

"Haduhh... kemana sih Amara..."

"Heh lo!" ucap tegas Rebecca begitu saja membuat cowok yang baru saja berpapasan menghentikan langkah. 

"Becca jangan bikin masalah," bisik Anjani namun gagal karena Rebecca menampis tangan Amara.

Kini dia berdiri tepat dihadapan Angkasa. 

Angkasa yang habis berantem di lapangan kinu menatap Rebecca dengan alis bertaut, pasalnya kini kerah seragamnya ditarik Rebecca hingga wajah mereka berjarak satu jengkal. 

Cup... 

Bibir itu melandas sempurna pada tumpuannya. 

***
All Rights Reserved
Table of contents
Sign up to add Pick Me to your library and receive updates
or
#31internationalschool
Content Guidelines
You may also like
Mine [SELESAI] ✔ by Iputry
39 parts Complete
PART MASIH LENGKAP. Kelas sudah sepi sekarang,karna bel pulang telah bunyi lima menit yang lalu.Hanya tinggal Kanaya dan Rayan yang ada di kelas,karna sabil pergi lebih dulu bersama pacarnya itu. Rayan membalikkan badannya,sekarang Rayan dan Kanaya duduk berhadapan. "Hai" sapa Rayan pada Kanaya memecah keheningan. Kanaya hanya melihatnya sekilas lalu kembali membenahi tasnya. "Lo mau pulang bareng gue?" lanjut Rayan bertanya kepada Kanaya. "Maaf gue dijemput sama ayah gue" sahut Kanaya ketus.Seraya berjalan keluar kelas meninggalkan Rayan sendirian. Rayan tau kalau Kanaya akan bersikap seperti itu padanya.Kanaya di kelas sangat pendiam terkecuali jika sabil sedang bersamanya,Kanaya menjadi lebih cerewet. "Will you be mine Kanaya Afinda?" tanya Rayan kepada Kanaya sebelum sampai keluar kelas. Kanaya sontak menghentikan langkahnya dan membalikkan tubuhnya menatap Rayan tajam. "Maksud lo apa ngomong gitu!?" sahut Kanaya dengan nada sedikit tinggi. "Maksud gue,lo jadi milik gue mulai hari ini" "Apaansi seenaknya aja lo kalo ngo-" "Gaada penolakan,dan hari ini juga lo bakal pulang bareng gue.titik." ucap Rayan menyela perkataan kanaya. *** ATTENTION! CERITA INI BELUM PERNAH DIREVISI,JADI MOHON DIMAKLUMI JIKA MASIH BANYAK KESALAHAN DI DALAMNYA. SEMUANYA MURNI KARANGAN PENULIS,JADI TIDAK DIPERKENANKAN UNTUK SIAPAPUN MENCOPPY CERITA INI. ---------------------------------------------------------------------- Author bakalan ngajak kalian kesel,ketawa dan tegang berjamaah.Tapi kalo kalian gak ngerasain apa apa ya berarti kurang feelnya di cerita ini.Maklum authornya amatiran,ehe. Tertarik? Silahkan baca ya:) But,buat kalian yang punya selera humor tinggi,ini bukan tempat kalian.Karena humor authornya sendiri pun retceh sangadd:') Sankyu -------- Copyright©April2019
Become an Extra or Main Character [END] by abcde_zzZZ
36 parts Complete
Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡
R&N (ON GOING) by kochengberanak5
9 parts Complete
"Lo punya dendam apasih sama gue?!" geram Nayla saat dirinya tak sengaja tersandung oleh kaki Reyhan. Reyhan menatap penampilan Nayla dari atas sampai bawah pun menatapnya tajam dan datar. "Mana kaos kaki lo?" Tanya Reyhan dengan nada menyindir. "Gue nanya, lo punya dendam apa sama gue?! Gausah ngalihin pembicaraan deh!" Sewot Nayla. Banyak yang menatap mereka, karena kini mereka sedang berada di tengah tengah kantin. "Gue gak suka ada badgirl di SMA Derlangga." Desis Reyhan lalu mendekati Nayla. Cowok itu menatap mata Nayla dengan tatapan nya yang menusuk. "Dasar cowok sialan! Lo fikir lo bisa bersikap seenak jidat lo?" "Lo ngeremehin gue?" Reyhan mendekat. Banyak yang hampir memekik karena ulah Reyhan yang secara tiba tiba. "Lo duluan tai!" Maki Nayla tanpa rasa takut sedikitpun. Reyhan mencengkram pergelangan Nayla dengan kuat. "Lo yang sengaja nyelengkat gue, dan sekarang lo gamau- Akh!" Nayla sedikit meringis merasakan cengkraman Reyhan dipergelangan tangannya. "Minta maaf," suruh Reyhan dengan hawa gelap di sekitarnya. "Harusnya lo yang minta- aw!" Lagi lagi, Nayla meringis. "Minta maaf atau gue cium?" Ancam Reyhan tak main main. Nayla tersenyum miring, coba saja kalau berani. Mana mungkin seorang Reyhan Nathaniel Valentarioz yang dibangga banggakan guru, Ketua Osis, plus Kapten Basket disekolahnya berani melakukan itu di banyak orang seperti ini? Apalagi kepada musuh bebuyutan nya. Nayla Audrenia Meiganza. "Coba aja kalo-" Cup.
You may also like
Slide 1 of 10
Diary Ayra: Cerita Cinta SMA cover
Dishana (End) cover
AILY DAILY  cover
Mine [SELESAI] ✔ cover
Become an Extra or Main Character [END] cover
UNSTABLE AMBITION cover
Overdramatic (END) cover
Nissa & Nathan (COMPLETED) cover
R&N (ON GOING) cover
ELGAMA  cover

Diary Ayra: Cerita Cinta SMA

54 parts Complete

Memang benar, masa SMA itu masa yang paling indah. Masa dimana kita mulai mengenal apa arti cinta sesungguhnya. Ayra selalu menanamkan pada pikirannya, bahwa ia tidak boleh terlalu berharap bahwa percintaannya di masa SMA akan sangat bahagia. Layaknya seperti cerita di film roman picisan dan dari cerita novel-novel koleksi miliknya yang selalu ia baca. Namun apalah daya jika ia bertemu dengan seorang cowok yang sangat mencapai standar pasangan idealnya. Pupus sudah semua yang sudah ia tanamkan pada dirinya selama ini. Dia, Heksa Albara Davendra. Satu-satunya cowok yang berhasil menerbos pintu masuk hatinya tanpa sengaja. "Ay, lo jangan gila deh. Ga baik suka sama pacar orang anjir!" sentak Nesa pada sahabat gilanya itu. Ayra memutar bola mata malas. Kalimat ini, mungkin sudah 1000 kali ia dengar dari Nesa. "Gue engga bisa! Siapa suruh hati ini letoy dan mudah baper gitu aja!" "Dia apain lo emangnya?" "Kemarin dia gangguin gue," balas Ayra senyum-senyum sendiri mengingat kejadian tempo hari. Nesa melotot tak percaya. "Cuma karna itu?" "Iya." "Gila!" Ayra terlalu larut dalam bahagianya. Sampai ia melupakan satu fakta, bahwa Heksa sudah mempunyai seseorang yang sudah menetap dalam hatinya. Nadya Wahyuni. Heksa mencintai Nadya. Bukan Ayra. Heksa seperti itu, hanya karna menghargai Ayra sebagai seorang sahabat & teman kecilnya. Tidak lebih. Garis bawahi itu.