Pick Me
  • WpView
    LETTURE 1,367
  • WpVote
    Voti 93
  • WpPart
    Parti 1
WpMetadataReadIn corso
WpMetadataNoticeUltima pubblicazione ven, gen 31, 2025
"Kalo gue sih emang dari dulu udah biasa mandiri ya gak kayak cewek-cewek lain. Jadi gue gak mungkin mendadak bego cuma karena cowok!" Ucapan itu yang selalu keluar dari mulut Rebecca Nadlyne, ketua Paskibra Sahara International School. Sial cewek itu harus menelan semua yang pernah ia ucapkan saat ia tidak sengaja meminum beer milik Saturnus yang dicampur dengan jus tomat. "Becca lo mabuk?" celetuk Amara begitu saja. "Mabuk apa sih! Ngawur banget lo." "Becca gue itu setiap hari lihat bapak gue mabuk jadi gue hapal bau-bau orang mabuk." Rebecca mengerjapkan mata beberapa kali. Ia merasakan ada yang berputar di kepalanya. Entah bagaimana cara menggambarkannya ia seraya sedang diambang sadar dan tidak sadar. "Ngawurr..." "Becca lo habis minum apa? Jujur!" "Huh?" jeda Rebecca mengingat sesuatu. "Gue cuma minum jus tomat punya Saturnus doang." "Astaghfirullah pasti ada yang gak beres. " Rebecca yang jalannya sudah sempoyongan segera Amara titah untuk menuju kelas sebelum sesuatu yang tidak benar terjadi. "Haduhh... kemana sih Amara..." "Heh lo!" ucap tegas Rebecca begitu saja membuat cowok yang baru saja berpapasan menghentikan langkah. "Becca jangan bikin masalah," bisik Anjani namun gagal karena Rebecca menampis tangan Amara. Kini dia berdiri tepat dihadapan Angkasa. Angkasa yang habis berantem di lapangan kinu menatap Rebecca dengan alis bertaut, pasalnya kini kerah seragamnya ditarik Rebecca hingga wajah mereka berjarak satu jengkal. Cup... Bibir itu melandas sempurna pada tumpuannya. ***
Tutti i diritti riservati
#37
internationalschool
WpChevronRight
Entra a far parte della più grande comunità di narrativa al mondoFatti consigliare le migliori storie da leggere, salva le tue preferite nella tua Biblioteca, commenta e vota per essere ancora più parte della comunità.
Illustration

Potrebbe anche piacerti

  • GHAVARI
  • AILY DAILY
  • UNSTABLE AMBITION
  • Endless Summer [TAHAP REVISI]
  • AILAH(END)✅
  • Dishana (End)
  • Mine [SELESAI] ✔
  • JANUARGHA
  • RAISEN
GHAVARI

"Heh!! Kalo bukan karena Lo sama temen-temen soglo Lo itu juga gue ngga bakalan jadi ketua OSIS!" Menjadi ketua OSIS hanya karena candaan teman?? Ghava Adimas praharja benar-benar merasa sial. Karena bagaimanapun juga, pada awalnya dia pun membiarkan saja. Dia yakin, bahwa siswa siswi SMA 28 tidaklah mungkin memilihnya? Namun, kenyataannya membuat Ghava stress sendiri. *** "Mana ada kingkong seganteng gue?" Ghava menyugar rambutnya sok keren yang sontak membuat araf yang berada di sampingnya menjambak rambut pemuda itu. "Sakit bangs*t!!" Umpatnya "Shutt up! Ketua OSIS ngga boleh mengumpat, harus jadi contoh dong buat kita-kita" syaheer menyahut sembari cekikikan, tentunya disusul yang lain. Mereka begitu senang menjahili Ghava yang memang sedikit sensi. "Tai!! setan Lo semua! Keluar aja sana!! Gue ngga butuh teman kayak kalian!" *** "Gue rasa, pertemanan kita sampe sini aja," Ghava berujar, air mukanya menunjukkan keseriusan. "Apa va?? Ngga denger gue?" Syaheer pura-pura melebarkan telinganya. Ghava menghela nafasnya "Kita temenan sampe sini aja" ucapnya lagi dengan suara yang lebih keras. "Ha? Wswswswsws?" Kini Araf yang mendekatkan telinganya mendekat pada ghava. "Makanya telinga tuh dibersihin. Congek kan!" Ketus Ghava kesal. *** "Ma! Pokoknya besok aku ngga mau sekolah!" *** "Lagian! Ngapain juga si kalian pada ke sini? Gue tuh udah bilang mama mau ngga masuk sekolah. Malah kalian pada dateng." Lanjut Ghava mengomel. "Kita di suruh Tante Hida by the way" Setia berujar dengan tersenyum manis. "Mana mungkin! Pasti kalian Dateng sendiri, mana cuma numpang makan doang. Ganggu tau ngga!" *** Gadis itu tengah meneduh dibawah pohon beringin yang terletak di samping lapangan. Menengguk minuman dari botol berwarna birunya dengan pelan. "Lo suka cewek kelas sana ya va?"

Più dettagli
WpActionLinkLinee guida sui contenuti