EMOTIONS
  • WpView
    Reads 194
  • WpVote
    Votes 43
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 1, 2023
- an sungjake fan fiction Menjadi anak pertama itu berat, itulah yang dirasakan Jehan. Terlebih lagi ia yang bergaji UMR harus membiayai adiknya yang ingin lanjut ke fakultas kedokteran membuat pria berumur 27 tahun itu kalang kabut mencari uang tambahan. Namun bak disambar petir, ia tiba-tiba mendapat tawaran untuk menjadi perawat pribadi seorang pria dengan gangguan emosi, identitas sang pria tidak sama sekali ia ketahui, apakah semua akan berjalan lancar meskipun latar belakangnya hanya perawat umum dan tidak pernah menangani pasien seperti itu? "Kak Jehan, Ricky ga kuliah aja ya? Ricky langsung kerja aja?" 50 juta perbulan atau merelakan adiknya tidak melanjutkan pendidikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • CLUE :: 02'z ENHYPEN [✔]
  • Don't  Fall  For  The  Golden  Boy  (DAENGSUNG/MYUNGNYANGZ)
  • The Kwons: Life, Love, And Ghosts
  • Middlemost | ENHYPEN ✔
  •  𝟕 𝐑𝐚𝐠𝐚 𝟏 𝐑𝐚𝐬𝐚 || 𝐄𝐍𝐇𝐘𝐏𝐄𝐍 [𝐎𝐧𝐠𝐨𝐢𝐧𝐠]
  • MY PETERPAN ALEN
  • Aku Ingin Bercerita
  • Yook Jangmi (Completed)

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines