Hijrah In Love

Hijrah In Love

  • WpView
    LECTURAS 44
  • WpVote
    Votos 11
  • WpPart
    Partes 2
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 4, 2023
Cover by pinterest Typo meresahkan ---------------- "Sayang..." Maira menghentikan aktivitas membaca buku paketnya "Kenapa mas?.." jawabnya lembut. "Mau sekarang?" Tanya Habi sembari menatap manik mata Maira dengan lekat. Sedangkan sang empu sudah menegang di tempat dengan jantung yang berdegup kencang. *Bukankah perjanjiannya tidak boleh melakukan itu kalo Maira lagi sekolah?. Tapi kan kalo Maira nolak, Maira juga yang dosa* batin Maira berperang dengan pikirannya sendiri. Maira menarik napas sebelum-- "Aku sudah bilang padamu mas, kalo semua yang ada padaku adalah milikmu, begitupun sebaliknya. Jadi, mas bebas jika meminta hak itu sekarang. Maira siap" itulah jawaban yang diberikan Maira dengan tekat yang bukan main. Bukannya apa?, bagaimanapun dia masih remaja. Jika dipikirkan nanti dia akan menimang bayi dengan umur yang masih terbilang cukup muda. Ah.. sepertinya dia benar akan kehilangan mahkotanya hari ini. Habi bingung dengan jawaban Maira "Maksudmu apa sayang?" "Ekhm... Bukannya mas mau.... It--" cicitan Maira terpotong oleh gelak tawa Habi yang sudah tak tahan lagi dengan istrinya itu. Apa yang ada di otak kecil istrinya itu?. Pikirnya. Sedangkan Maira melihat Habi dengan kepala miring, Bingung. Setelah sedikit meredakan tawanya "sayang.. bukan itu yang mas maksudkan. Maksud mas tadi itu, mas mau nawarin, sekarang ngelunasin mahar hafalan Al-Qur'an sama alfiyah nya?. Kan tinggal dikit" jelas Habi menahan tawanya takut istrinya marah. Jelas ia tak tega melihat wajah Maira yang memerah malu. *Ya Allah, kenapa Maira jadi berpikiran kek gitu sih. Kan jadi maluuu. Argh... Tenggelamkan saja aku... Huhuhuu* batin Maira dramatis. Dan... "Bhahahaha" pecah sudah tawa Habi Simak cerita selengkapnya Jangan lupa vote Karya sendiri no plagiat
Todos los derechos reservados
#315
hafidz
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Ijbar [Selesai]
  • ALIF (TERBIT)
  • GuS [END]
  • Cahaya Iman Gus Berandal (on going)
  • Mutiaraku
  • Takdir cinta berawal masjid ( TAMAT )
  • CALISYAQIB (About a hope) (Hiatus)
  • Disatukan Oleh Perjodohan [END]
  • Ketulusan Nafisya (On Going)✔️
  • adalah TAKDIR (ongoing)

Aza tak menyangka akan di pertemukan kembali dengan Altha, di saat dia sudah hampir melupakan laki-laki itu. Terlebih fakta mengejutkan, Altha merupakan penerus utama pondok pesantren yang ia tinggali. Aza cukup tahu diri, ia sudah biasa menelan kecewa, egois jika ia tetap menerobos maju di saat dirinya selalu di pandang sebelah mata oleh warga pondok. Namun satu hal yang membuat Aza bimbang, sifat Altha, perilaku Altha, yang berubah drastis dari terakhir kali mereka bertemu. "Cuma kita berdua doang Gus yang di sini?" "Emang kenapa?" "Padahal dulu Gus sering ngingetin Aza kalo kita bukan muhrim, apalagi berduaan kaya gini." "Itukan dulu, sekarang nggak lagi. Saya kaya gini juga ke kamu doang kok." "Sikap Gus yang kaya gini bikin Aza bingung tau." "Simpan aja rasa penasaran kamu sampai saya bisa menjawabnya." ***** Sebenarnya ada hubungan apa di antara mereka berdua? Akankah Aza tetap maju, atau malah mundur menjauh dan tetap berdiri di maqomnya? __________________________________ IG penulis : elkyeee001 Cover by : Cistyart __________________________________

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido