Tak lama aku mengenalmu
Tapi telah lama aku berjumpa dengan senyuman itu
Ketika aku melihat senyum itu
Seperti air yang menghujani taman hati, dan membuat mawar mulai bersemi
Begitu pula tatapan matamu, mempunyai sejuta tafsyir
Cara bicaramu
Bak kicauan burung di pegunungan ketika pagi hari
Begitu merdu nan indah sekali di pendengaran
Dan parasmu
Bagaikan senja berwarna keematsan
Yang dinanti untuk dijadikan sebuah potret
Begitulah secarik tulisanku, yang aku tulis diselembar kertas, ketika aku telah tau siapa namamu.