Laut; 1990.

Laut; 1990.

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Votes 154
  • WpPart
    Parts 15
WpMetadataReadComplete Tue, Jan 14, 2025
Laut selalu mengingatkan Arumi pada Shaka-sosok yang pernah menjadi segalanya, yang kini hanya bisa ia kenang dalam diam. Setiap ombak yang menerpa pantai seakan berbisik namanya, mengingatkan pada tawa yang pernah mengisi hari-hari mereka. Tapi kini, hanya rindu yang tersisa, tak terucap dan tak terobati. Seperti lautan yang tak pernah surut, begitu pula perasaan Rumi, yang terus menggulung, menghantam hati yang telah lama kosong, menunggu kepulangan yang tak pernah ada. ____ jangan lupa vote 😔
All Rights Reserved
#126
mcd
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aksa Amerta
  • SEÑORITA
  • Mengapa?[On Going]
  • Wednesday and The Mystery of Nevermore
  • Senja Dan Jingga
  • AKALA ; My heart beats for Miss
  • VALESA (END)
  • Tenang dalam pelukan laut
  • Di bawah Bayangan Sakura

"Kamu tahu, sejak kecil aku jatuh hati dengan laut. Laut seperti candu untukku. Tapi sejak kejadian itu, laut menjadi terlihat mengerikan dan penuh dengan misteri. Sehingga aku tidak lagi berani untuk menyelaminya terlalu dalam. Sama kayak kamu. Aku sudah (berhasil) jatuh hati denganmu, namun kini aku hanya bisa sampai di batas wajarku saja. Sebab kamu kembali menjadi misteri buatku." - Ashana Aruna. "Bagaimana jika yang dirindukan adalah orangnya? Bukan kenangannya?" - Aksara Rajendra. "Jika yang bisa kamu rindukan hanyalah seseorang tanpa kenangannya, maka sekarang 'kita' hanyalah fatamorgana yang tak kunjung usai. Sebab tanpa kenangan, 'kita' akan tetap menjadi asing." - Ashana Aruna. Aksara terdiam mendengar perkataan Aruna. Jauh di lubuk hatinya, ia merasa seperti merindukan seseorang. Tapi sayang, sampai sekarang ia masih tidak bisa mengingat siapa orang yang selalu dirindukannya itu. Kecelakaan kapal pesiar yang ia tumpangi setahun yang lalu, membuatnya hilang ingatan. Seperti manusia yang terlahir kembali. Ia berubah 360° bahkan melupakan tunangannya sendiri, Ashana Aruna. Aruna ikut terdiam. Hening beberapa saat. Berada di samping Jean masih terasa hangat seperti dulu. Untuk yang kesekian kalinya, Aruna tidak ingin egois. Ia tidak ingin memaksa Jean untuk mengingatnya, sebab ada perempuan lain yang sekarang juga tengah menanti kepulangan seorang Aksara Rajendra. "Sepertinya semesta memang tidak menginginkan epilog untuk prolog yang telah terjadi antara kita, aku pamit ya Jean." ucap Aruna tersenyum tulus.

More details
WpActionLinkContent Guidelines