Story cover for Asphyxia by shijinosuke
Asphyxia
  • WpView
    Membaca 93
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 5
  • WpView
    Membaca 93
  • WpVote
    Vote 15
  • WpPart
    Bab 5
Bersambung, Awal publikasi Nov 02, 2023
Titik kulminasi, sejauh mana manusia mampu mendalami peran agar bisa menjadi imitasi yang mendapatkan panggung pada pijakan fana bernama dunia? Benarkah manusia berlari mengejar ujung yang berada di depan dengan tepi yang dibungkus dengan kata berdiksikan mimpi, atau ternyata hanya berlari berputar layaknya kucing yang berusaha menangkap ekornya sendiri? Manusia itu Masokis, gemar memeluk pilu. Manusia itu pengecut, sebab memiliki tiga buah topeng yang siap dikenakan kapan saja. Namun Manusia merupakan anugerah, karena menjadi pembeda dengan seekor hewan.
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Daftar untuk menambahkan Asphyxia ke perpustakaan kamu dan menerima pembaruan
atau
#365bahasaindonesia
Panduan Muatan
anda mungkin juga menyukai
I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-  oleh GaHaa_
21 bab Lengkap
[BUKAN NOVEL TERJEMAHAN] #Fantasi-Romance Reinkarnasi? Sesuatu yang tak pernah dibayangkan oleh An Jia Limei, wanita bengis yang tidak pernah merasakan kehangatan dunia, namun dirinya merasakan sendiri seperti apa Reinkarnasi itu. Dia masuk ketubuh seorang gadis lemah yang sangat menyedihkan menurutnya, dan dirumorkan memiliki wajah menjijikan dan seorang sampah Kekaisaran. Gadis lemah yang mati karna harus mendapatkan hukuman karna jebakan dari kakak tirinya. Tapi semuanya berubah ketika An Jia Limei mulai menjalani kehidupannya barunya, wajah yang mirip kakaknya yang juga ada di tempat serba kuno itu membuat An Jia Limei yang masuk ketubuh gadis lemah yang namanya juga hampir mirip dengannya yaitu Su Jia Limei merasa sangat bahagia dan bersyukur. dan dia ingin membalas dendam ke semua orang yang mengganggap remeh tubuh ini dulu dan akan hidup dengan tenang setelah itu. Tapi ketenangan nya sirna ketika seorang Pria yang sangat tampan mendekatinya dan selalu memanggilnya Calon Ratunya, dirinya yang di kehidupan modern adalah seorang wanita yang tidak pernah merasakan apa itu Cinta, sekarang malah selalu berdebar hanya dengan melihat mata Semerah darah Pria tersebut. An Jia Limei yang sudah menjadi Su Jia Limei itu benar-benar bingung dengan apa yang terjadi pada dirinya sendiri. Siapa sebenarnya Pria yang mampu membuat Su Jia Limei yang merasa tidak akan pernah jatuh cinta, menjadi selalu berdebar hanya melihat mata Semerah darah Pria tersebut? "Kau Hanya Milikku" ucap Pria itu tersenyum miring. Mari ikuti cerita kehidupan Su Jia Limei!
Syal Merah oleh FabianBadaiAntashena
5 bab Bersambung
Lihatlah manusia.... makhluk berakal, katanya, tapi berakal hanya untuk merancang kehancuran dengan cara yang lebih efisien dari iblis manapun. Mereka lahir dengan tangan kosong, namun tumbuh dengan jemari yang tak pernah cukup menggenggam. Satu takhta tak cukup, satu negeri terlalu sempit, satu nyawa tak sebanding dengan harga ambisi. Mereka mencipta Tuhan dari kaca dan bayangan, lalu menjadikannya alasan untuk menyalakan api di rumah sesamanya. Lalu, ketika tubuh hangus terbakar, mereka berkata: "Ini takdir, ini suci." Padahal semua hanya siasat licik, untuk menjarah lebih banyak, menguasai lebih dalam. Di medan perang, tidak ada musuh sejati, hanya cermin-cermin retak yang saling menuduh bayangan masing-masing sebagai setan. Manusia menanam senyum di bibir diplomasi, sementara tangannya menandatangani pengiriman peluru ke tempat di mana anak-anak belajar menyebut "ayah". Dan ketika tanah itu retak oleh ledakan, dan langit pun tak sudi menurunkan hujan, mereka berkumpul di ruang rapat ber-AC, membahas damai yang bisa dijual dengan harga saham. Oh, manusia bukan makhluk sosial- mereka makhluk serigala yang diajari mengenakan jas. Mereka berdiri di atas kuburan sambil berkata: "Semua demi kemajuan." Apa makna "maju", jika harus melangkahi mayat? Apa artinya "kebebasan", jika harus dipaksa dengan moncong senjata? Mereka mencipta kata-kata indah- "perjuangan", "nasionalisme", "pengorbanan", tapi semuanya hanya selimut untuk menutupi nafsu kekuasaan yang menjijikkan. Sejatinya, manusia mencintai kehancuran- sebab di puing-puing itu, mereka bisa membangun kerajaan atas nama harapan, padahal fondasinya dari daging dan darah. Tak ada yang suci dalam perang. Tak ada yang heroik dalam membunuh. Yang ada hanyalah manusia- yang selalu lapar, selalu haus, selalu ingin menjadi Tuhan tanpa pernah bisa menjadi manusia,.
anda mungkin juga menyukai
Slide 1 of 8
... cover
change cover
OBOR PITU cover
I Live Again to be Happy -Su Jia Limei-  cover
A Thousand Years of Love and Vengeance ✓ cover
DREAM cover
Syal Merah cover
[1] Takdir Putri Kecil Yang Liar cover

...

31 bab Lengkap