MELUKIS UYUT

MELUKIS UYUT

  • WpView
    Reads 119
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 15, 2023
Kisah kehidupan yang sarat akan makna. Figur seorang Eyang Buyut Putri yang menjadi guru sejati bagi cicitnya tentang arti Kehidupan, Nasionalisme dan Makna setiap rahasia tuhan tentang semesta. Bagaimana setiap detail sudut pandang diajarkan oleh sang Eyang Buyut melalui makna tersirat dan tersurat. Bukan hanya soal Agama, Nasionalisme dan Tatakrama saja yang diajarkan, bahwa setiap apa yang terjadi adalah bentuk kuasa dan rahasia dari sang pencipta semesta. Cerita ini Real dari pengalaman sang penulis. Bagaimana Kenangan dan ajaran itu masih melekat dan menyebut sang Eyang Buyut sebagai "Madrasah Nasionalisme" nya. Dan ini adalah bentuk Flashback sang penulis bersama sang panutan sekaligus guru bagi dirinya.
All Rights Reserved
#12
melukis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Angkasa dan Cerita
  • Langit di Ujung Dapur (TERBIT)
  • Luka yang Menulis Takdir
  • Senja di Alas Mataram
  • Ranup Lampuan ( ID)
  • ALWAYS US (END)
  • SEMESTA

Hidup tak pernah benar-benar bisa ditebak. Kadang, harapan yang dibangun sejak kecil hancur seketika oleh kenyataan yang tak diundang. Narthana adalah anak laki-laki yang tumbuh dengan cinta dan impian besar. Sejak kecil, ia percaya bahwa keluarganya adalah rumah paling aman di dunia-tempat di mana Papa dan Mama akan selalu ada, menggenggam tangannya hingga dewasa nanti. Ia pernah berkata, suatu hari nanti, ia akan membawa kedua orang tuanya keliling dunia, naik pesawat besar miliknya sendiri. Tapi hidup tak pernah bertanya apakah kita siap kehilangan. Ketika kenyataan mengguncang fondasi kebahagiaannya, Narthana dipaksa tumbuh dalam sunyi. Ia harus menelan pahitnya perpisahan yang tak bisa dilawan, dan memeluk luka yang tak bisa dipulihkan waktu. "Mulai hari ini, Nana bersama Papa, ya?" Kalimat yang sederhana, tapi menyimpan beban yang tak terucapkan. Ini adalah kisah tentang kehilangan, tentang janji yang tak selalu bisa ditepati, dan tentang bagaimana seorang anak belajar menerima takdir tanpa kehilangan jiwanya. Sebuah perjalanan yang mengajarkan bahwa hidup tak selalu tentang memiliki, tapi tentang bagaimana tetap mencintai-meski dari kejauhan. Sebab Tuhan menulis kisah setiap manusia dengan cara yang berbeda, dan setiap air mata menyimpan makna yang tak pernah sia-sia.

More details
WpActionLinkContent Guidelines