TARUH [HYUCKREN]

TARUH [HYUCKREN]

  • WpView
    Lecturas 41
  • WpVote
    Votos 5
  • WpPart
    Partes 1
WpMetadataReadContinúa
WpMetadataNoticeÚltima publicación sáb, nov 4, 2023
WpInfo
Fanfic
NCT
"Gausahlah sok jagoan, nentang dunia kaya manusia ngga punya akal." Cakapnya menusuk relung Laksana yang seumuran dengannya. Terbelalak pandang Laksana, mencerna ucap sang kasihnya barusan. "Gila, lo GILA. Ngomong udah berasa jagoan pengkolan, yang semena-mena aja." Ucap Laksana, dalam satu tarikan nafas. Dengan tercekat dia tahan dahaga karena antara ia dan kasihnya yang tak baik-baik saja. Dua adam menginjak masa akhir remaja. Keduanya bertaruh pada norma, cinta dan cita. Maka apa yang akan mereka taruhkan? Dunia Hyuckren oleh SOE
Todos los derechos reservados
#36
dongren
WpChevronRight
Únete a la comunidad narrativa más grandeObtén recomendaciones personalizadas de historias, guarda tus favoritas en tu biblioteca, y comenta y vota para hacer crecer tu comunidad.
Illustration

Quizás también te guste

  • Delapan Bayangan satu janji
  • Sadewa (END)
  • Thanks J | Lee Jeno ✓
  • Uncontrollable Love
  • Renjana [COMPLETED]
  • Air Mata Di Pintu November (TERBIT) ✓
  • ARENA

.Di sebuah sekolah sihir yang terkenal dengan keunikannya, Haechan dan Renjun masih berusaha keras menyembunyikan perasaan mereka masing-masing. Keduanya sering bertengkar, tapi ada sesuatu yang tak bisa disangkal di antara mereka. Setiap kali mata mereka saling bertemu, ada kilatan yang tidak bisa diabaikan, meski mereka berdua memilih untuk menutupi hal itu dengan sikap tengil Haechan dan kemarahan Renjun. Suatu hari, saat sedang latihan sihir, Haechan secara tidak sengaja membuat sebuah bola api meleset dan hampir mengenai Renjun. Renjun langsung meledak, memarahi Haechan dengan emosi yang tak terbendung. "Kamu gak pernah hati-hati, Haechan! Lihat, hampir saja aku terbakar!" Renjun berteriak, wajahnya memerah karena marah. Haechan, yang biasanya menganggap segala hal sebagai lelucon, kali ini terdiam. Melihat wajah Renjun yang begitu kesal membuatnya merasa aneh. Ada perasaan yang berbeda, perasaan yang tak bisa dijelaskan. Tanpa sadar, Haechan mendekat dan berkata dengan nada yang lebih lembut, "Aku minta maaf, Renjun. Aku gak sengaja." Renjun, yang semula ingin mengomel lebih lama, tiba-tiba terdiam. Dia melihat ekspresi Haechan yang lebih serius, yang jarang sekali muncul. Tanpa sadar, hati Renjun berdebar. Dia pun segera menjauh, berusaha mengontrol perasaannya.

Más detalles
WpActionLinkPautas de Contenido