TARUH [HYUCKREN]

TARUH [HYUCKREN]

  • WpView
    LECTURES 35
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication sam., nov. 4, 2023
"Gausahlah sok jagoan, nentang dunia kaya manusia ngga punya akal." Cakapnya menusuk relung Laksana yang seumuran dengannya. Terbelalak pandang Laksana, mencerna ucap sang kasihnya barusan. "Gila, lo GILA. Ngomong udah berasa jagoan pengkolan, yang semena-mena aja." Ucap Laksana, dalam satu tarikan nafas. Dengan tercekat dia tahan dahaga karena antara ia dan kasihnya yang tak baik-baik saja. Dua adam menginjak masa akhir remaja. Keduanya bertaruh pada norma, cinta dan cita. Maka apa yang akan mereka taruhkan? Dunia Hyuckren oleh SOE
Tous Droits Réservés
#153
senior
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Renjana [COMPLETED]
  • Delapan Bayangan satu janji
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]
  • Arshaka Heizen Lergan
  • If I Never Loved You ✓
  • Eshal Renjana (Lengkap)✔
  • Thanks J | Lee Jeno ✓

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu