We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
If Only

If Only

  • WpView
    Reads 1
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Nov 5, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Hidupnya sudah tidak berarti lagi, kalimat itu selalu berputar dalam benak Kana. Masa lalunya meninggalkan banyak luka, dan Kana pikir, siapa pun tidak akan dapat menerimanya, termasuk dirinya sendiri. Kana pikir, kematian dapat menghilangkan semua luka itu. Namun, kehadiran Bima membuat sebagian dari logikanya kembali berpikir. "Aku menyukaimu. Maukah kamu menjadi kekasihku?" Pertanyaan itu dilontarkan oleh Bima. Kana tidak mengenal Bima. Bahkan melihat sosok lelaki tingi itu saja, rasanya tidak pernah. Namun, karena Kana sudah gila, jadi ia menerima sosok itu sebagai kekasihnya. Tidak ada rasa, jadi Kana pikir, hubungannya ini akan terasa biasa saja. Namun, sebuah kejutan kembali menyapa. Ketika Kana menerima sebuah kenyataan lain dari sosok Bima, seseorang dari masa lalunya kembali datang, membangkitkan luka yang mulai mengering. Dilema menyelimuti hati, berseteru dengan logika. Ketika Bima menawarkan diri untuk membantu menyembuhkan, rasa ragu kembali menyapa. Logikanya kembali mengatakan untuk mengakhiri segalanya, sementara sebagian hatinya mengatakan hal lain. Kana dihadapkan pada dua pilihan; logika atau perasaan?
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kala Hujan di Antara Kita
  • WISHES.
  • Collateral Hearts - LingOrm ( END )
  • " To Love ,To Lose "
  • If Only.. (Seandainya..) I LingOrm
  • Izinkan sekali saja
  • Antara Nada dan Lensa
  • DEAR LOVE
  • Cinta Itu Bernama Aleaa  [ ON GOING ]

Cinta itu bukan soal siapa yang datang pertama, tapi siapa yang tetap bertahan saat badai datang berulang kali. Candu dan Benua dipertemukan secara tidak sengaja di tengah kota yang sibuk dan hujan yang tak kunjung reda. Mereka berbeda-Candu si idealis yang keras kepala, Benua si logis yang dingin dan pendiam. Tapi perbedaan itu justru menjadi alasan mereka saling jatuh hati. Namun, cinta tak pernah cukup ketika masa lalu terus mengetuk dan luka lama belum juga sembuh. Di antara percakapan larut malam, pesan yang tak terkirim, dan pilihan-pilihan yang tak pernah sederhana, mereka harus belajar, apakah cinta selalu berarti bersama? Dan saat hujan kembali turun, mereka dihadapkan pada satu pertanyaan, apakah kita bisa saling mencintai, tanpa saling menghancurkan?

More details
WpActionLinkContent Guidelines