Akara Yang Bersuara (Antalogi Puisi)

Akara Yang Bersuara (Antalogi Puisi)

  • WpView
    Odsłon 1,120
  • WpVote
    Głosy 475
  • WpPart
    Części 6
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja pt., lut 20, 2026
WpInfo
Poezja
⚠WARNING!! ⚠ Akara yang Bersuara merupakan kumpulan puisi-puisi random bukan sebuah Novel !! Terkadang fatamorgana mengalir begitu saja, dengan Elegi juga harsa yang mengikutinya. Begitupun dengan rasa yang terkadang tak terbaca dan juga sulit untuk berkata. "Soal rasa tak pernah Fana. Tak bisa memilikinya secara nyata, namun sosoknya akan Amerta dalam sebuah Karya" [So, Mari meluncur ke dalam Akara yang bersuara] ⚠#DilarangCopyright ⚠Setidaknya tinggalkan jejak kalian!!
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
#28
buana
WpChevronRight
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • DEAR LOVE (ERNANDO ARI SUTARYADI) (SUDAH TERBIT)
  • REGATHAN [END]
  • JAM 3 SORE
  • THIS IS MY STORY! - JAYNINGHOON
  • Resonansi Rasa. (Bersauh)
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • CERPEN (END)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Aksara Tak Bertuan

Cinta itu nyata dan bisa terjadi kepada siapa saja. Termasuk aku yang mencintai sosok idola banyak orang. Lucu bukan ? Seorang fans mencintai idolanya? Namun itu yang aku rasakan mau bagaimana lagi cinta dayang tanpa memilih siapa yang akan dicintainya ? Dan kalian tahu aku ini seorang pengecut yang tak berani menunjukan rasa cinta itu, padahal orang yang ku cinta berada disekelilingku. Aku hanya mampu memberinya puisi, sarapan, ucapan semangat, dan juga ucapan selamat jika ia meraih sebuah gelar juara. Aku melakukan itu semua tanpa memberi tanda siapa aku. Biarlah begitu jika aku dan dia jodoh kita pasti bertemu entah kapan itu. Satu yang pasti cinta ku akan selalu tumbuh untuknya. ~Eka Prisilia Rahyana Siapa sebenarnya kamu? Tulisan-tulisanmu membuatku penasaran dengan wajahmu. Sarapan yang kamu kirimkan begitu lezat. Aku selalu menikmatinya. Jika aku bertemu denganmu ingin rasanya ku ucapkan terima kasih banyak. Berkat tulisan-tulisan itu aku menjadi lebih bersemangat dalam menjalani hidup ini. Apakah kamu tahu tanpa kamu sadari aku telah jatuh hati ke kamu? Aku harap kita akan segera bertemu dan mengungkapkan rasa ini satu sama lain. Aku mencintaimu walau kita belum pernah bertemu. ~Ernando Ari Sutaryadi Aku mengenalmu jauh sebelum kamu mengenalku jauh sebelum pertemuan pertama kita. Rasa itu hadir jauh sebelum kita bisa sedekat ini. Namun sayang ketika kita dipertemukan ternyata kamu mencintai dia sahabatku, tak apa sebelum kata jadian diantara kalian terucap aku tak kan berhenti untuk mengejar. Aku akan tetap memperjuangkanmu sampai pada akhirnya lelah itu menghampiriku sendiri. ~Saddam Emmiruddin Gaffar

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści