Fragmen Kabur.

Fragmen Kabur.

  • WpView
    Reads 29
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 23, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Anekdot kecil dari penggalan kisah manusia tidak nyata, yang terinspirasi dari hal-hal nyata. Datang untuk menuturkan amanat dari sebuah persahabatan, cinta, duka, serta dunia yang tidak tertebak. "To live is the rarest thing in the world. Most people exist, that is all." -Oscar Wilde °°° ! Do not plagiarized or rot in hell. Kidding. But, stay away, copycat ! Signed, D. Copyright ©️ 2023.
All Rights Reserved
#895
tawa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Youth Of Lily
  • LET'S JUST BE FRIENDS [TERBIT!]
  • He Was My First Romance
  • As Time Allows
  • Dua Cinta (Our Promise)
  • [5] Unforgettable Love
  • [End] Perfectly Imperfect
  • [End] Impossible Possibility
  • Untuk Oreo dan Kamu [OG]

TW: Cerita ini mengandung banyak isu sensitif yang dapat memicu. Harap bijak dalam membacanya. Orang-orang berkata bahwa masa muda adalah momen terindah dalam kehidupan. Kita tertawa. Kita menangis. Kita bertengkar dan jatuh cinta tanpa ada alasan yang masuk akal. Semua hal kita lakukan atas nama 'masa muda'. Kita memimpikan impian. Berlari mengejarnya tanpa keraguan. Membuat kesalahan untuk belajar memperbaiki. Ya, kah? Apakah ini yang kita sebut perbaikan? Di mana tawa yang kita bagi bersama sebelumnya? Di mana impian yang dahulu kita kejar? Kau pergi. Kami terberai ke dalam serpihan kekacauan. Masa muda hampir selalu dipadankan dengan rasa sakit. Mereka mengatakan hal itu terasa sakit oleh karena kita masih muda. Itulah sebabnya kita harus berjuang menghadapinya dan menang. Mengapa kita terus berlari hingga kaki-kaki ini dipenuhi luka? Apakah kita dapat memenangkan pertarungan ini? Ini adalah pertarungan yang tidak seimbang pada awal mulanya. Tidak ada yang bersikap adil. Kita harus mempertaruhkan segalanya pada kesempatan pertama. Untuk memenangkannya atau kalah. Dan pada penghujung hari, kemurnian ini akan melebur ke dalam ketiadaan. Rank #159 on Slice of Life Rank #109 on School Life Thank you for reading this story all... 😘😘😘😘

More details
WpActionLinkContent Guidelines