The Pradeepa

The Pradeepa

  • WpView
    Reads 27
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 9, 2023
Dalam tradisi keluarga, anak pertama harusnya menjadi pewaris atau penerus, baru seterusnya dilanjutkan oleh anak kedua-ketiga-hingga berapapun jumlah keturunanya. Di keluarga ini, penerus diberikan kepada anak kedua. Kaget? Harus! Satu fakta yang harus kalian tahu, semua pewaris dan penerus keluarga Pradeepa diberikan kepada anak kedua. Kenapa bisa begitu? Begini, sejak dulu, anak pertama di keluarga ini sifat dan sikapnya selalu bertentangan. Selalu. Alasan utama adalah karena itu. Alasan pribadi? Sampai sekarang itu lah hal yang masih belum diketahui di keluarga ini. Maka si anak kedua, siap maupun tidak harus menjadi penerus selanjutnya. Dari sekian banyak orang yang mengaggungkan, menghormati, dan menyayangi keluarga ini, ada satu julukan yang mereka tidak ingin sebutkan ataupun kalau bisa tidak ingin diingat. 'Kutukan anak kedua Pradeepa'
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • Don't Close Your Eyes | CYE [END]
  • Cakrawala Tertukar
  • saireen : to eternal peace
  • Dua cangkir satu Meja
  • LOVE for the MAKNAE
  • Anak Angkat & Keluarga Posesif
  • Jovanka dan Abang Kembar

"Aku yang bakal bawa Dhega." "Kamu gila, Bayu? Kamu gak mikirin anak-anak? "Aku atau kamu yang gila? Aku atau kamu yang nggak mikirin anak-anak?" Sedari ia kecil sang ibu selalu memarahinya dengan alasan jika ia harus berguna dan tidak merepotkan orang lain. Ibunya yang selalu meremehkan hal-hal kecil yang ia lakukan, ibunya yang selalu mementingkan dan mengutamakan sang anak pertama. Dunianya kala itu harusnya hanya tentang bermain, malah ikut andil dalam permasalahan orang dewasa. Dan naasnya, ia harus melihat kedua orang tuanya yang memilih untuk berpisah. membuat dirinya harus ikut dengan sang ayah. Semesta Radhega yang tidak ingin melulu menjadi akhir, ia juga ingin menjadi yang utama, yang selalu diprioritaskan ibunya. "Begitu sulit menyuarakan luka, saat mereka terus-menerus mendesakmu untuk sempurna."

More details
WpActionLinkContent Guidelines