SAVE THE DATE

SAVE THE DATE

  • WpView
    Reads 517
  • WpVote
    Votes 96
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadComplete Tue, Oct 22, 2024
Hallo!!! ini cerita pertama aku semoga kalian suka, jangan lupa sarannya ya. Jangan lupa vote dan komen Cerita ini tentang Azlyn, seorang gadis yang bermimpi menjadi relawan di Bumi Para Nabi. ____________________________________________ Azlyna Shafeeya Alaydrus, gadis berusia 21 tahun dan juga seorang mahasiswi Fakultas Hukum semester akhir yang memiliki cita-cita menjadi seorang relawan di negara yang rawan konflik. Di tengah kesibukannya mengerjakan skripsi, Azlyn selalu menyempatkan diri untuk membaca berita harian diponselnya. Namun, sebuah berita yang menayangkan tentang pengeboman suatu daerah di Palestina meningkatkan rasa kemanusiaannya, hingga akhirnya dengan meminta izin kepada orang tuanya Azlyn berhasil mendaftarkan diri sebagai seorang relawan. Bagaimana cerita Azlyn di Palestina, apakah Azlyn mampu dan kuat untuk terus membantu mereka atau justru menyerah? Atau justru ada plot twist kehidupan yang menanti Azlyn? ___________________________________________ Ini kan cerita pertama aku jadi kemungkinan nanti bakal ada yang aku ubah-ubah lagi. Tapi jalan ceritanya InsyaaAllah sama
All Rights Reserved
#23
palestina
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Lantas (END)
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • The Fall of Ladykiller
  • Sayap-Sayap Doa Setetes Hidayah Sejuta Hikmah
  • I'am not perfect [END]
  • STARLIT REVERIES
  • Di Antara Keyakinan
  • Kekuatan Keyakinan (Ejen Ali FF) AOF #4✔
  • KAGUM
  • SAYA BUKAN SEORANG GUS

PERINGATAN ⚠️ Di beberapa part terdapat adegan kekerasan dan kata-kata kasar! ------------------------- Navisha Aqila Anastasia, gadis berambut sebahu berusia 17 tahun, adalah siswi cerdas yang selalu menjadi kebanggaan sekolahnya. Memasuki awal kelas 12, ia dipertemukan dengan Arzan Nauval Abraham, siswa yang harus mengulang tahun terakhirnya. Awalnya, mereka hanyalah dua orang asing yang kebetulan duduk di bangku yang sama. Namun, waktu demi waktu menghapus jarak di antara mereka, mengubah pertemuan biasa menjadi kisah yang tumbuh di sela tawa dan diam-diam yang saling mengerti. Hingga suatu hari, ada satu hal yang menyangkut orang tua mereka yang memaksa mereka untuk menjaga jarak, seolah perasaan yang sudah terlanjur tumbuh harus dibekukan begitu saja. Haruskah mereka menyerah pada ego orang tua mereka? Atau justru melawan demi kebahagiaan yang mereka yakini? ~~~ "Terima kasih, karena pernah menjadi rumah, meski bukan yang terakhir."

More details
WpActionLinkContent Guidelines