ESPERANCE

ESPERANCE

  • WpView
    Reads 302
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Oct 10, 2024
"Berawal dari harapan, tumbuh menjadi keyakinan, dan berakhir dengan keikhlasan dalam penerimaan." Hidup tak selalu berjalan mulus seperti yang didambakan seluruh manusia. Ada hal yang paling tak diharapkan, justru mungkin saja dapat terjadi. Seperti Kaluna Anasera Adhitama, seorang gadis yang memiliki senyuman indah namun ternyata menyimpan banyak luka. Begitu banyak duka yang datang tanpa permisi, membuatnya nyaris kehilangan harapan dalam hidup. Hingga, datang kebaikan Tuhan dengan menganugerahkan keajaiban yang teramat indah melalui kehadiran Baskara Astara dan Kalingga Ganeswara. Baskara bagi Kaluna adalah wujud rasa aman dan nyaman. Sumber cahaya yang dengan sukarela menerangi gelapnya "keputusasaan" seorang Kaluna. Sosok yang menuntun langkahnya agar mudah berjalan menapaki semesta. Kalingga bagi Kaluna adalah sebuah rumah yang dituju untuk pulang. Seorang yang dengan apik menyusun kepingan-kepingan harapan yang telah hancur berserakan. Pemilik ketulusan dan kebesaran hati yang tanpa disadari telah menyempurnakan "kecacatan" dalam hidup Kaluna. Entah pada akhirnya nanti akan seperti apa, satu yang pasti adalah Kaluna merapalkan permohonan paling serius kepada Tuhan, agar kali ini tolong jangan sampai terulang lagi berbagai hal menyakitkan seperti sebelumnya. © Ceritadinda
All Rights Reserved
#770
miracle
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Resital Sunyi (End)
  • Poison Of Love
  • The Secret Of Old School
  • Jembatan Hati
  • Rasa Dalam Sujudku
  • l'm Fine :) [ON GOING]
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • Laskar Pemimpi || NCT Dream (on going)
  • Ineffable
  • ABOUT YOU! [Harqeel]

Ada cinta yang dikejar bukan karena jiwanya menyentuh, tapi karena citranya menjanjikan kesempurnaan. Ada yang dipilih bukan karena diinginkan, tapi karena hadirnya memudahkan. Sebagian hati hadir bukan untuk dimiliki, melainkan menjadi tempat singgah dalam badai yang tak kunjung reda, lalu dilupakan saat matahari kembali menyapa. Dan ada pula hati yang tak bersuara, menunggu dalam senyap, memanggul rindu tanpa jaminan akan menjadi tempat pulang. Hati yang tak pernah ditanya, tapi selalu ada; menjadi rumah bagi seseorang yang tak pernah ingin tinggal. Lucunya, cinta tak pernah paham logika. Ia tak memilih yang pantas, tak menetap pada yang layak. Ia berdiam di tempat yang paling retak, tumbuh di antara luka-luka yang belum sempat sembuh, menjadikan harapan sebagai candu untuk bertahan. Ini bukan sekadar cerita tentang cinta yang tak terbalas. Ini tentang jiwa yang rela menjadi persinggahan dalam hidup orang lain, meski ia diciptakan untuk menjadi rumah. Tentang keberanian mencintai tanpa pamrih, tentang ketulusan yang tak meminta kembali. Karena mungkin, dalam dimensi cinta yang paling sunyi, hadir, meski tak dianggap, lebih bermakna daripada pergi tanpa sempat menyentuh. - "Lo tuh bukan yang gue mau, Bun. Lo cuma yang kebetulan ada pas gue hancur." -Lautvianar "Gue tau gue cuma pelampiasan. Tapi lo tau yang lebih nyakitin? Bahkan buat nyakitin, lo masih butuh gue." -Embunara

More details
WpActionLinkContent Guidelines