SEPATU
  • WpView
    Reads 183
  • WpVote
    Votes 22
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jun 1, 2024
WpInfo
Fanfic
Genshin Impact
Nala membenarkan kacamata nya yang sedikit miring akibat goncangan kecil dari pelukan yang Sadam berikan tiba-tiba "Ghea mau gue ajak jalan!" Masih memegang kedua lengan Nala, Sadam mengatakannya dengan amat semangat. Nala hanya tersenyum. Ikut serta merayakan kebahagiaan yang Sadam rasakan saat ini setelah menanti cukup lama untuk sekedar mengajak Ghea nge-date. "thanks La! Makasih udah banyak bantu gue selama ini" Sadam tersenyum tulus. "Gue janji habis ini gue bakal traktir Lo! Gue pergi dulu!" Sorot mata Nala masih mengikuti arah gerak Sadam yang makin lama makin tak terjangkau. Perlahan senyum tulusnya tadi berubah menjadi senyuman getir. Kedua matanya yang sejak tadi sudah memanas akhirnya menumpahkan air mata yang ia tahan. Ternyata benar kata beberapa tulisan yang ia baca, jika Titik tertinggi mencintai adalah mengikhlaskannya dengan hal yang membuatnya bahagia. "Semoga selalu bahagia, Sadam" 👟👟👟 -sepasang sepatu yang mengantarmu ke bahagiamu adalah sepasang sepatu yang membawaku ke kecewaku-
All Rights Reserved
#40
tulis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • My Bad Girl #BadSeries✔
  • About feelings   (selesai)
  • DANADYAKSA
  • Beautiful Tattoo (COMPLETED)
  • NEYLASKARA
  • Segitiga [END]
  • I (Space) You
  • My Bad Baby Boy (Complete)

Banyak orang yang bilang bahwa cinta itu indah. Menghapus segala resah dan gelisah. Mengganti luka dengan tawa, membawa kesedihan yang melanda untuk sirna. Banyak orang yang bilang bahwa jatuh cinta itu indah. Membuat hari berwarna dan hidup menjadi lebih sempurna karena hadirnya dia. Namun, tak semua yang berkaitan dengan cinta itu semuanya indah. Tak selamanya cinta itu membahagiakan. Tak ada yang bisa menjamin bukan bahwa cinta pun bisa berakhir dengan tawa kebahagian atau sebuah luka yang disertai dengan tangisan? Ini bukan kisah di mana dua orang jatuh cinta secara diam-diam. Ini bukan kisah cinta segitiga antara tiga, anak manusia. Tapi, ini hanyalah kisah di mana ketika kita telah jatuh namun tak sadar. Telah cinta tapi tak terasa. Telah merasa sayang tapi tak pernah bilang. Dan saat di mana kita telah menyadari segalanya, justru orang yang kita cintai itu... pergi. Bukan pergi untuk sementara. Tapi selamanya. "Jika kehadiranku tak dapat membangunkanmu, lantas apakah kepergianku akan membukakan matamu?" ©Copyright2019

More details
WpActionLinkContent Guidelines