Love is Sweet

Love is Sweet

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 6, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Ini cerita tentang REGINALD atau Reggie, aktor laga yang terkena kasus video mesum dengan isteri pejabat. Dia membenci jurnalis yang dianggap kepo dan mau tahu urusan orang. Sampai akhirnya Reggie bertemu JESSICA atau Jessi, jurnalis investigasi yang justru menolongnya keluar dari kepungan wartawan dan tukang pukul suami selingkuhannya di video mesum. Sayangnya Jessi malah membawa Reggie ke tempat yang tidak pernah sang aktor pikirkan. Reggie harus menemani Jessi liputan di Pulau Batek, pulau terluar Indonesia! Disinilah kisah cinta mereka bermula dan ketika mereka kembali ke Jakarta keduanya terlibat masalah hati yang super serius! Reggie : Bagaimana gue bisa bertahan, gue ngga bawa baju, sempak, deodoran dan sikat gigi Jessi : Lu ngga perlu khawatir. Di kawasan ini ngga ada yang tahu soal video spektakuler lu. Lu aman. Gue jamin.
All Rights Reserved
#808
artis
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Sailing With You [END]
  • GUARDIAN DEVIL
  • Dosen ku, Cinta ku (Ending) Proses Revisi
  • Tentang Kita (ON GOING)
  • Bad Boy Erlangga
  • Our Love Story
  • ALGRAVANO
  • NOVIHAN [SELESAI]

Perjalanan kisah cinta Gara seorang naval architect muda dengan Arunika mahasiswi magang yang bekerja membantunya. Siapa sangka pertemuan takdir itu mengungkap kisah masa lalu yang dipenuhi kesalahpahaman. Akankah bahtera Gara dan Arunika bisa terus berlayar di antara badai yang menerjang ? ..... Ceklek Sontak Gara menoleh. Dengan panik dia berlari namun naas kakinya tergelincir cairan licin di lantai. Tubuh Gara oleng tak seimbang namun dia berhasil menstabilkannya dengan gerakan reflek yang ia lakukan. Arun berkedip-kedip melihat pemandangan di depannya. Dia memang tak asing melihat cowok bertelanjang dada. Ardi sepupunya selalu begitu saat di rumah ketika gerah. Begitupun teman-temannya saat di kelas sehabis pelajaran olah raga. Tapi yang ia lihat kini Gara. Suaminya. Yang masih untouchable. "Mas Gara ngapain nari sambil handukan gitu ?"ceplos Arun menyembunyikan debaran di balik ekspresi heran. "Hah ?! Aku nggak lagi nari, Arun. Ini hampir jatoh" What the hell !!! nari ? Arun ngira gue nari ?! Masa gue tadi gemulai ? Padahal kehormatannya sebagai suami hampir di ujung tanduk begitu. Untung saja dirinya tidak jatuh tengkurap di hadapan Arun. Syukurlah hari ini masih bisa jaim (jaga image) "Oh.." Arun tak ambil pusing dan berjalan mengambil alat pelnya. ..... "Nama urus belakanganlah. Cari ukurannya dulu. Dihitung dirancang dulu. Baru dikasih nama." "No !!! Nggak bisa gituu. Bagi gue kapal itu udah kaya anak. Jadi ya kasih nama dulu baru dirawat dan dibesarkan sepenuh hati" terang Shofi. "Ya kan sebelum anak lahir lo harus bikin dulu. Ngidam dulu. Lahiran dulu. Baru dikasih nama" "Hmmmm....begitu ya" Shofi manggut-manggut membenarkan perkataan Arun. "Eiiiits....bentar-bentar. Bikin dulu ?! Ngidam dulu ?!" Ulang Shofi. "Tumben lo ikutan gak jelas nanggepin metafora gue" heran Shofi. Arun tersadar. Mengalihkan pandangannya dari buku dan menatap lurus Shofi di depannya. "Iya juga." jawabnya singkat dan meneruskan kembali bacaannya dengan cuek.

More details
WpActionLinkContent Guidelines