LUCIDITY [Halilintar Reincarnation]
15 bab Bersambung "Aku tidak ikhlas."
Ketika kuasa Elektro berhasil jatuh ke tangan Kira'na, ia membutuhkan wadah yang bisa menampung kuasa itu karena pedang Satriantar sudah tiada dalam pertarungan Gurlatan. Sehingga mau tidak mau, diperlukan 'vessel' yang mampu menyalurkan kuasa Elektro.
Halilintar ... adalah saudara yang ditumbalkan.
Rimba memang dipercaya untuk menyelamatkan sang kakak, tapi jika taruhannya adalah dua nyawa lebih baik satu selamat. Sehingga dalam pertarungan mengenaskan itu, angka tujuh dikurangi satu.
Tidak ada yang bisa menghentikan jamah perhentian dan semua akan dipaksa mengikhlaskan ... mereka semua setuju untuk ikhlas, tapi jangan sekarang.
Namun, tidak ada jiwa yang bisa menggapai sisi lain jika masih ada urusan di dunia. Sehingga di momen menegangkan itu, Halilintar memilih kembali bersama Satriantar Ratna, pemilik asal kuasa Voltra yang membawa sumpah benci terhadap Retak'ka.
Ratna tahu Retak'ka akan memanfaatkan kuasa Elektro untuk menghancurkan kaumnya, dan di masa kritis itu ia bersumpah untuk kembali. Hanya untuk mengetahui ternyata Retak'ka sudah dikalahkan oleh salah satu jiwa yang ia temukan sedang berkelana di alam baka ... Halilintar. Mereka sama-sama pernah menguasai Elektro, hanya saja kematian Halilintar masih hangat sementara Ratna sudah mempersiapkan reinkarnasi ini dari jauh-jauh abad.
Maka dengan permintaan Halilintar,
Ratna membawanya bereinkarnasi dengannya.
Hanya saja ada satu kendala.
"Kuberi kau nama Kiana ya, mirip nama cucuku."
Halilintar bereinkarnasi dengan data sama seperti Ratna, sebagai seorang perempuan. Akibat ia tak sempat merencanakan reinkarnasinya, tapi ini lebih baik daripada bergelantung tidak jelas karena pintu alam lain tertutup akibat ada urusan duniawi yang belum selesai.
Tujuan reinkarnasi Halilintar hanya satu:
"Ayolah kita ikhlaskan kematian ini."