Ilham: Anamerta

Ilham: Anamerta

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya diri kita adalah main character dalam kisah kita sendiri, banyak chapter yang seketika Tuhan melakukan character development. Sama halnya dengan salah satu Lucterius yang hidupnya paling banyak masalahnya. Aku Ilham Bagaskara, bagian dari Lucterius. Ini kisahku, kisah hidupku, di mana aku pemeran utamanya. Kisahku berhubungan dengan alam semesta ini, layaknya matahari, awan, hingga api. Setahun, dua tahun, tiga tahun, selamanya. Selamanya, karena terperangkap di alam ruang dan waktu. Bisakah aku pulang ke rumah? ku pikir kapsul waktu membuatku bahagia, ternyata jauh lebih buruk.
All Rights Reserved
#128
mythology
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chasing A Mirage
  • Satintail
  • ANGELILKA (END)
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  •  HAZELA
  • IN THE END ✔
  • Sepasang Sepatu Tanpa Arah [END]
  • Kembar Berbeda [TERBIT]

Bayangannya menari di tepian cakrawala, seolah menantang realitas untuk mengakuinya. Setiap langkah yang diambil, ia menjauh-seperti fatamorgana yang mengundang, namun tak pernah dapat digenggam. Di persimpangan antara kenyataan dan ilusi, aku mengejarnya. Apakah dia nyata, atau hanya bayangan yang dirajut oleh pikiranku sendiri? Seperti Māyā, fatamorgana dari semesta, dia hadir dalam kelam, berbisik di antara desir angin, menggoda kepercayaanku akan dunia yang kukenal. Hatiku adalah Chakra, roda yang berputar dalam ketidakpastian, menginginkannya, merindukannya, tetapi semakin aku mendekat, semakin ia terurai seperti pasir di sela jemari. Apakah dia wujud atau hanya Smriti, kenangan samar yang dipahat oleh waktu? Aku terus berlari dalam lorong-lorong Samsara, mengulang pencarian tanpa akhir. Jika dia hanya ilusi, mengapa jantungku berdegup seakan mengenalnya? Jika dia nyata, mengapa dunia seolah menolak keberadaannya? Mengejar dia adalah mengejar bayanganku sendiri-sebuah misteri yang hanya bisa dipecahkan oleh keberanian untuk bertanya: apakah yang kurasakan ini nyata, atau hanya mimpi yang tak ingin terbangun?

More details
WpActionLinkContent Guidelines