Ilham: Anamerta

Ilham: Anamerta

  • WpView
    Reads 54
  • WpVote
    Votes 10
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 28, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
Katanya diri kita adalah main character dalam kisah kita sendiri, banyak chapter yang seketika Tuhan melakukan character development. Sama halnya dengan salah satu Lucterius yang hidupnya paling banyak masalahnya. Aku Ilham Bagaskara, bagian dari Lucterius. Ini kisahku, kisah hidupku, di mana aku pemeran utamanya. Kisahku berhubungan dengan alam semesta ini, layaknya matahari, awan, hingga api. Setahun, dua tahun, tiga tahun, selamanya. Selamanya, karena terperangkap di alam ruang dan waktu. Bisakah aku pulang ke rumah? ku pikir kapsul waktu membuatku bahagia, ternyata jauh lebih buruk.
All Rights Reserved
#884
scifi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • The Past Keeper : Naserin Dante
  • ANOTHER JOURNEY | Spin-off IN THE END ✔
  • Make A Better Place (Autobiografi Triocahyo Utomo)
  • MY HUSBAND CEO[Completed]
  • Alone (SELESAI)
  • Alamanda (Telah Terbit)
  • Kembar Berbeda [TERBIT]
  • Satintail
  • Chasing A Mirage
  • Rumah Sepasang Luka ✓

Berhari-hari aku berakhir di Dermaga Lama karena salah naik bus untuk pulang. Berkali-kali aku berakhir di tempat yang aku tidak inginkan. Tempat di mana berdiri patung seorang pahlawan tempat aku tinggal sekarang. Malasan namanya. Seorang perompak terkenal yang dipuja-puja seluruh warga. Seorang perompak gila yang dihapus catatan kriminalnya dan dijadikan pahlawan karena membantu kerajaan yang memerintah dahulu kala untuk menghalau pasukan laut kerajaan seberang. Bahkan ketika aku selesai membaca buku riwayat hidupnya yang aku dapat di perpustakaan, aku masih tidak menemukan kenapa orang-orang memujanya. Wanita di balik meja memandangku sebentar lalu tersenyum. "Bagaimana Malasan?" "Tidak tahu." Jawabku sambil mendelikkan bahu. "Saya tidak kenal." Senyum wanita itu semakin lebar sambil melirikku dari balik kaca matanya. "Kau akan jatuh cinta pada Malasan." Tiga hari berturut-turut aku kembali berakhir di Dermaga Lama. Apakah aku salah naik bus saat transit? Berdiri dengan sebelah tangan di pinggang dan sebelah lagi memegang gelas jeruk, aku memandang patung Malasan. Kepalaku mendongak melawan sinar matahari untuk menantang tatapan Malasan dengan ekpresi percaya dirinya itu. Tidak butuh lima menit ketika aku mulai mendengar suara dengungan di telingaku. "Aku menyerah." Kataku. "Aku tidak tahu apa yang kamu inginkan hingga berkali-kali kamu bawa aku ke tempat ini. Sudah cukup, aku menyerah padamu." . Naserin harus pindah dari kota metropolitan besar ke suatu kota kecil di ujung negaranya. 'Kecelakaan' yang terjadi di tempat kerja lamanya membuat Serin harus beradaptasi dengan lingkungan hidup dan tempat kerja yang baru. Bisakah Serin beradaptasi dengan lingkungan yang berbanding terbalik dengan tempat dia hidup dan dibesarkan sebelumnya? Ataukah Serin harus menghadapi sesuatu yang lebih dari yang pernah dia bayangkan? Jatuh cinta pada Malasan misalnya?

More details
WpActionLinkContent Guidelines