RAVINDRA (second choice)

RAVINDRA (second choice)

  • WpView
    Reads 4,889
  • WpVote
    Votes 359
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 14, 2024
"Pantas sikap kamu on off on off ke aku, ternyata cuman dijadiin second choice. " Mata ravindra terlihat sayu, sesakit ini yang cowo itu rasakan. "Maaf, " "Aku bisa jelasin semuanya, " Vianka nangis sesenggukan, ia merasa bersalah. "Harusnya aku sadar diri, pergilah sama pilihanmu itu. Jika menurutmu lebih baik dari aku." Ucap ravindra, mengelus kepala vianka lembut untuk yang terakhir kalinya. "Kemarin tulus ku begitu serius, begitupun ikhlas ku hari ini, "
(CC) Attribution-ShareAlike
#402
matirasa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • INI CINTA BUKAN BENCI
  • Dear You
  • vaila ✓️
  • Lelah Dilatih Rasa [END]
  • Without You
  • Amērta.
  • (Not) A Dream School (On Going)
  • RAJAWALI

"Seharusnya ini cinta bukan benci tapi kamu sendiri yang membuat cinta ini menjadi benci, Masa masa itu masih tajam di ingatanku kak, disaat kita saling sembunyi dalam ego kita masing - masing. Aku tahu kamu masih mencintaiku, tapi kamu tidak bisa jujur dengan hati kamu sendiri... Entah apa yang kamu pikirkan, aku nggak perduli. Sekarang semua telah berubah. Aku hanya mengenalmu dengan sikap dan tatap saja. Tak pernahkah terlintas di pikiranmu tentang aku? Sejujurnya aku rindu, tapi untuk apa. Kamu takan mengerti. Aku harap dapat pergi dari keadaan ini. Ya, mungkin tak sanggup karna satu kesalahanku, mencintaimu terlalu besar..." Ujar Aira kepada pria yang ada dihadapannya itu. Rafy hanya terdiam seribu bahasa, semua perkataan Aira membuatnya berpikir. "Sekarang, lebih baik kamu pergi. Aku udah nggak perduli. Kamu ingin tahu kan isi hatiku? Itu isi hatiku" Aira pergi berlari menjauh dari Rafy. **** *Guys.. Jangan lupa dibaca ya ceritaku, maaf kalau masih ada salah salah kata. Maklum, masih baru* 😊😊

More details
WpActionLinkContent Guidelines