ABOUT THEM

ABOUT THEM

  • WpView
    Reads 358
  • WpVote
    Votes 16
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, May 23, 2024
WpInfo
Fanfic
ZEROBASEONE
(cerita pengganti dari 𝟏𝟐𝟎 𝐇𝐚𝐫𝐢 𝐁𝐞𝐫𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐀𝐛𝐚𝐧𝐠! ) _______ 𝐌𝐚𝐧𝐚 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐤𝐮𝐚𝐭, 𝐚𝐩𝐢 𝐚𝐭𝐚𝐮 𝐚𝐢𝐫? 𝐊𝐞𝐝𝐮𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐬𝐚𝐦𝐚-𝐬𝐚𝐦𝐚 𝐤𝐮𝐚𝐭. 𝐇𝐚𝐧𝐲𝐚 𝐚𝐩𝐢 (𝐤𝐞𝐛𝐚𝐤𝐚𝐫𝐚𝐧) 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐤𝐞𝐣𝐚𝐦 𝐤𝐚𝐫𝐞𝐧𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐲𝐚𝐭. 𝐒𝐞𝐝𝐚𝐧𝐠𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐢𝐫 (𝐭𝐬𝐮𝐧𝐚𝐦𝐢) 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐦𝐞𝐧𝐢𝐧𝐠𝐠𝐚𝐥𝐤𝐚𝐧 𝐦𝐚𝐲𝐚𝐭. 𝐀𝐢𝐫 𝐥𝐞𝐛𝐢𝐡 𝐠𝐚𝐧𝐚𝐬 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐚𝐩𝐢. 𝐀𝐢𝐫 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐬𝐚𝐧𝐠𝐚𝐭 𝐜𝐞𝐩𝐚𝐭, 𝐭𝐚𝐧𝐩𝐚 𝐚𝐛𝐚-𝐚𝐛𝐚, 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐝𝐚 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧. 𝐊𝐚𝐥𝐚𝐮 𝐚𝐩𝐢 𝐝𝐚𝐭𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐬𝐢𝐡 𝐚𝐝𝐚 𝐰𝐚𝐤𝐭𝐮 𝐮𝐧𝐭𝐮𝐤 𝐦𝐞𝐦𝐢𝐧𝐭𝐚 𝐩𝐞𝐫𝐭𝐨𝐥𝐨𝐧𝐠𝐚𝐧. 𝐃𝐚𝐧 𝐛𝐢𝐬𝐚𝐤𝐚𝐡 𝐚𝐢𝐫 𝐦𝐞𝐦𝐚𝐝𝐚𝐦𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐩𝐢 𝐧𝐞𝐫𝐚𝐤𝐚? 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐦𝐚𝐧𝐚 𝐚𝐩𝐢𝐧𝐲𝐚 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐩𝐚𝐝𝐚𝐦, 𝐲𝐚𝐧𝐠 𝐛𝐚𝐡𝐚𝐧 𝐛𝐚𝐤𝐚𝐫𝐧𝐲𝐚 𝐝𝐚𝐫𝐢 𝐛𝐚𝐭𝐮 𝐛𝐞𝐬𝐞𝐫𝐭𝐚 𝐦𝐚𝐧𝐮𝐬𝐢𝐚, 𝐝𝐚𝐧 𝐭𝐢𝐝𝐚𝐤 𝐚𝐤𝐚𝐧 𝐩𝐞𝐫𝐧𝐚𝐡 𝐛𝐢𝐬𝐚 𝐝𝐢𝐦𝐮𝐬𝐧𝐚𝐡𝐤𝐚𝐧 𝐣𝐢𝐤𝐚 𝐛𝐮𝐤𝐚𝐧 𝐚𝐭𝐚𝐬 𝐢𝐳𝐢𝐧 𝐀𝐥𝐥𝐚𝐡
All Rights Reserved
#45
parkgunwook
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • "Beneath Her Forbidden Touch"[END]
  • Chana's Transmigrasi
  • REGAN's Crazy Wife
  • Change The Plot (Niel) ✓
  • BACKSTREET
  • Mission
  • karakter kecil ini mengasuh keluarga iblis?! {S2}
  • Drama di Pintu Kosan

Elara Vionette tidak pernah mempertanyakan pekerjaan ibunya. Baginya, Livia Asteria hanyalah seorang pelayan yang pulang setiap malam dengan tubuh lelah dan senyum lembut. Sampai suatu hari, ibunya jatuh sakit. Dan Elara diminta menggantikannya. Rumah itu besar. Terlalu besar untuk menyimpan rahasia sekecil apa pun. Pernikahan sang nyonya dan suaminya hanyalah kontrak tanpa cinta. Lorong-lorongnya dipenuhi keheningan. Dan di balik pintu hitam dengan gagang emas itu... ada sesuatu yang tak pernah Elara bayangkan. Valeria Devianne tidak pernah tertarik pada siapa pun. Dingin. Tinggi. Elegan. Tak tersentuh. Sampai ia melihat putri pelayannya. Apa yang awalnya hanya rasa ingin tahu... berubah menjadi sesuatu yang lebih dalam. Lebih gelap. Lebih berbahaya. Karena beberapa rasa lapar tidak pernah benar-benar hilang. Mereka hanya menunggu untuk diwariskan. Dan Elara tidak tahu... bahwa malam pertama ia mengetuk pintu itu, ia sedang melangkah masuk ke dalam kelaparan yang bukan miliknya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines