The Man I Almost Loved

The Man I Almost Loved

  • WpView
    Reads 26
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 8, 2023
Ketika kau benar-benar membutuhkan cinta, apakah ia akan menghampirimu? Ataukah akan ada seribu satu alasan kau tak menemukannya? Untuk apakah cinta itu ada jikalau ia sulit ditemukan? Ara mencoba mencari cinta yang selalu dirasakan Bella. Namun, yang ia temukan kepahitan dan rasa benci. Bukankah kopi lebih baik dari pada cinta? Ia pahit, menyisakan sedikit rasa manis tanpa ada rasa kebencian. Ara bisa menyelesaikan satu hari hanya di mulai dan di akhiri dengan secangkir kopi capucino.
All Rights Reserved
#214
soulmate
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Kopi & Deadline (On Going)
  • Nostalgia
  • "Bromo Jatuh Cinta"
  • (END) Espresso & Beauty Barista
  • Impression of ABC
  • Terima Kasih, Rumah
  • Memory in My Heart
  • KABIRU
  • Bentangan Payung Biru
  • Espresso & Beauty Barista✓

Bukan karena lambat bekerja, Ara lembur lagi bagai kuda. Ara duduk sendiri di cubicle, mata lelah, kopi sachet ketiga di tangan, layar laptop menyala dengan file yang hampir rampung. Ingatkan Ara sekali lagi bahwa kerjaannya 'hampir rampung'. Dia menatap layar, lalu menarik napas panjang, "Aku nggak tahu lagi ini kerjaan atau penyiksaan... Tapi besok pagi harus submit, kalau nggak... ya biasa, dapat teror halus dari atasan." Dulu waktu kecil, Ara selalu mengganggap orang yang pulang kantor sampai pukul 12 malam atau pagi buta adalah orang-orang keren. Iya keren, keren keramnya sebadan-badan. Ara menarik napas panjang untuk kesekian kalinya, "Aku gila deh kayaknya, masa dulu kerjaan kayak ginian aku bilang keren." Di sela kelelahan itu, Ara mengenang tempat ngopi yang pernah dia datangi dua minggu lalu-tempat yang jarang dia datangi sebelumnya, tapi entah kenapa, wajah sang barista masih lekat di kepalanya. Dia pernah bilang ke dirinya sendiri , "Aku nggak punya waktu buat cinta." Tapi sejak ketemu cowok itu... apa kalimat yang digaung-gaungkan Ara mulai retak? GA MENERIMA NAMANYA PENJIPLAKAN YA EGE, NYARI IDE ITU GA MUDAH‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines