will always miss you until the end.

will always miss you until the end.

  • WpView
    Reads 16
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Nov 8, 2023
Nama ku Callista, aku memiliki seorang nenek yang sangat ku sayangi, aku memanggil nya "ibuk". Saat aku masih kecil aku memiliki perjanjian yaitu tinggal bersamanya ketika aku sudah SMP, namun sifatku berubah semenjak aku memiliki hp, Aku terlalu fokus dengan duniaku sendiri sampai-sampai melupakan perjanjian nya itu. Suatu hari nenek ku meninggal karena penyakit yang di derita nya, hatiku sangat terpukul melihat nenek ku yang sudah tidak bernyawa tepat di depan mataku. Itu serasa mimpi. Setelah meninggal nya nenek ku, banyak kejanggalan yang terjadi dalam hidupku. Aku tidak bisa tidur aku merasa selalu diawasi, setiap malam seperti ada seseorang yang memelukku dan aku hanya bisa menangis tidak bisa bergerak, seolah nenek ku mempertanyakan kemana perginya perjanjian itu. "Aku akan merindukanmu sampai akhir" itulah yang selalu ada di dalam benak ku sampai sekarang. jadi ini dinamakan penyesalan atau ketakutan?.
All Rights Reserved
#21
grandma
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Unraveled
  • Enemies in Flames
  • Save and Protect
  • Aksara Kita
  • Revenant: Kuntilanak Penyelamat
  • Good Girl or Naughty Girl (END) 🍁
  • "Bisikan Senior di Lorong Sunyi"
  • Hana's Indigo (True Story) ( Repost Ulang Sampai Tamat )
  • Behind the Spotlight; Fatqeel
Unraveled

"It's almost 8 years ago, ya kan?" Zaki mendengar pertanyaan yang sebenarnya bersifat retorika itu mengangguk sembari tersenyum kecut. "Ternyata rasa sayang aku gabisa bikin kamu bertahan ya?" Zaki menggelengkan kepalanya dan menatap Anggika dengan sendu, "Bukan itu. Tapi memang aku yang salah dari awal," Anggika tersenyum remeh menanggapi jawaban dari Zaki. "Aku lega, Anggika," Anggika mengernyitkan dahinya mendengar pernyataan yang tak semestinya keluar dari mulut seorang Nicholas Zaki. "Lega, finally I met you again, then I see you already have a boyfriend. Sesuai doaku dulu, lebih dari aku," Anggika menahan air matanya dengan sangat keras, "Lo yang jahat, tapi lo yang lega," Zaki hanya menatap sendu ke arah Anggika sembari tersenyum tipis, "I'm happier to see you with your boyfriend now, Rendra. Daripada kamu sama aku sakit terus." Air mata Anggika turun begitu saja. Zaki pun mengerahkan tissue kepada perempuan berambut ash brown di depannya, "Masih kaya dulu, kalau nangis jadi bengkak ya matanya? Jangan nangis ya, Anggika," Anggika menyeka air matanya kasar, dan Zaki yang berada di depannya melihat dengan napas yang memburu, sesak. "So, is this the actual closure?" desis Zaki dengan menundukkan kepalanya, tidak berani menatap kedua bola mata Anggika. Anggika mengangguk, dan mengulurkan tangan kanannya, "Thank you, good bye Zaki. Nice to know you," Zaki menyambut uluran tangan Anggika dengan senyum pahitnya, "Nice to know you, and i will always love you, Anggika."

More details
WpActionLinkContent Guidelines