Hujan Patah Hati [ON GOING]

Hujan Patah Hati [ON GOING]

  • WpView
    Reads 11
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Nov 11, 2023
Kalantha telah mengalami banyak patah hati di hidupnya. Ia menyukai hujan, dan hujan menjadi metafora untuk perasaan kesedihan yang ia alami. Kalantha telah mengalami berbagai kekecewaan dalam hubungan asmaranya, termasuk perpisahan yang sulit dengan kekasih lamanya, Rafandra. Tidak hanya itu, Kalantha juga harus berusaha bertahan ditengah konflik keluarga yang Ia alami. Ia berjuang untuk menyembuhkan luka hatinya sambil berusaha memahami arti sebenarnya dari cinta dan kebahagiaan. Dalam perjalanan pencarian diri ini, Kalantha dekat dengan seorang teman satu angkatannya yang sangat misterius bernama Kairo yang juga memiliki cerita pribadi yang rumit. Kairo membantu Kalantha untuk melihat cahaya di tengah hujan patah hati dan menemukan cara untuk merangkul kembali cinta dan kebahagiaan dalam hidupnya. Kisah ini penuh dengan emosi, pertumbuhan karakter, dan perjalanan Kalantha untuk menemukan kebahagiaan, sambil diiringi oleh hujan yang melambangkan proses penyembuhan dan penerimaan diri. "Hujan Patah Hati" adalah kisah yang mengharukan tentang cinta, keluarga, dan transformasi diri dalam cuaca yang tak selalu cerah.
All Rights Reserved
#280
mentalillness
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RUANG DEPRESI [ END ]
  • LUKA
  • Dalam Rintik yang Sama
  • Could you be a home for me? [TAMAT]
  • The Depth Behind The Look (On Going)
  • GENANDRA (END)
  • 7 Seconds
  • Rainbow
  • Langit Yang Sama

"Tolong ceritakan padaku, bagaimana rasanya mempunyai keluarga yang utuh? Tolong jelaskan padaku, bagaimana rasanya hidup tanpa setitik luka yang menerpa! Aku ingin bahagia seperti mereka! Walau hanya satu kali saja!" Cinta dan Luka sama-sama Zeline rasakan, tetapi luka itu hadir lebih unggul daripada rasa cinta yang nyata, bukan hanya omong kosong tidak berguna saja. Ruang Zeline sepi, ruang Zeline kelam, bantu Zeline keluar dari ruang depresi. Zeline tidak pernah merasakan, bagaimana rasanya disayang, dimanja, dan diperhatikan. Hari demi hari, detik demi detik, yang Zeline nanti yaitu perdamaian kedua orang tuanya. Zeline merasa banyak kurangnya, Zeline menginginkan ketulusan yang sebenarnya, bukan hanya kata permainan perasaan saja. Sejak kecil, beranjak remaja Zeline menyaksikan perseteruan itu masih saja terasa. Rasa sesak terasa di dalam dada, seketika atmanya mulai merasa bahwa diri ini tidak ada apa-apanya. Bahkan sampai nafas berakhir sekalipun, Zeline akan terus berusaha untuk menerimanya, sampai Sang Maha Kuasa berkata. "Waktunya beristirahat dengan tenang." Ditulis oleh: CALGHIFARI Start: 25 November Finish: (?)

More details
WpActionLinkContent Guidelines