HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅

HAPPIEST WOUND (SELESAI)✅

  • WpView
    Membaca 1,898
  • WpVote
    Vote 191
  • WpPart
    Bab 30
WpMetadataReadDewasaLengkap Rab, Sep 18, 2024
"Aku selalu dipenuhi dengan rasa suka cita dan kedamaian yang mendalam setiap kali memikirkan fakta bahwa kita akan menghabiskan sisa hidup kita dalam pelukan satu sama lain." "Untuk pertama kalinya, aku tak perlu mencoba untuk bahagia. Karena saat bersamamu, hal itu terjadi begitu saja. " "Ketika kita bersama, dunia terasa seperti dalam sebuah harmoni yang sempurna. " Pria itu berbalik dan menggenggam erat kedua tangan wanitanya lembut. "Sebelum kita berjumpa, aku tidak mengerti apa itu bahagia. Sebelum kita bersama aku juga tidak mengerti apa itu cinta. Namun setelah takdir mempertemukan kita, aku tahu apa itu bahagia karena cinta." Wanita itu tersenyum. sangat menawan. "Bahkan jika kita tidak bisa selalu bersama pada akhirnya, aku senang kau menjadi bagian dari hidupku."ucap pria itu sendu. senyum wanita itu memudar. menatap Prianya sendu. "Kita akan selalu bersama, bukan? " tanyanya pelan. Pria itu menarik tubuh langsing kekasihnya kedalam pelukannya, mencium kening wanitanya begitu lama. Seakan itu adalah ciuman terakhirnya. wanita itu terisak pelan dan membalas pelukan kekasihnya erat. "Aku sangat mencintaimu, Edric! " isak sang wanita. "Sst..Aku mencintaimu lebih dari yang pernah kupikirkan! " jawab sang pria. Wanita itu mengeratkan pelukannya dan menangis. "Kita akan bertemu lagi. Tidak tahu di mana, kapan waktunya, tapi aku tahu kita akan berjumpa lagi, di suatu hari yang cerah." (♥ω♥*)
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Love and Lust
  • Miss You Love
  • DIFFERENT TWINS [ END ]
  • PAMIT (END)
  • Dokter Spesialis Mantan [ON GOING]
  • If we can together
  • LOVE IS DESTROYED [COMPLETED]

"Bim, peluk aku boleh?" ucap Rissa dengan manja. "boleh, peluk dari mana nih depan atau belakang?" jawabku dengan genit. Rissa pun menarik tangan kananku dan melilitkan tangan ini mengitari perutnya yang kecil dan rata. ku tatap dia dari arah belakang, ku cium rambutnya yang hitam dan tergerai panjang itu dengan halus. " Bim, apakah kamu benar-benar mencintaiku?" tanya rissa dengan suara sendu. Tanpa berkata aku membalikkan badannya dan mengarahkann wajahnya padaku, ku tatap dia sangat lama. pelan-pelan ku arahkan bibirku yang tebal ini ke keningnya sebagai bukti betapa aku sangat menyayanginya. Mohon yang membacanya sudah berumur 17+ ke atas yaaaa ^^ bacalah cerita sesuai dengan umur teman-teman yaaa jangan lupa like ataupun komen setiap jalan ceritanyaa, agar saya lebih semangat lagi dalam menulissss Gomawoooo ^_^

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan