Pesta Penantian

Pesta Penantian

  • WpView
    Reads 41
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Nov 21, 2023
Ekspresi dari sang penulis saat menanti sebuah kebahagiaan dalam alur cerita hidup yang tertulis semu. Ekspresi kepedihan dengan harapan esok 'kan tergantikan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ARUNA Dalam Diam, Aku Tumbuh
  • Semua Yang Sirna
  • Di Antara Kata dan Rasa
  • Yang Amerta di Dalam Aksara (HIATUS)
  • KIDUNG JAYANEGARA: Nyanyian Jiwa yang Belum Usai
  • Setulus Rasa Untuk Kehidupan
  • RUMPANG RAMPUNG
  • Waktunya Bersandar
  • Evolusi Kata

Aruna lahir di tengah keluarga yang penuh luka, di mana cinta terasa seperti kewajiban, dan rumah menjadi tempat paling sunyi untuk menangis. Dari ayah yang keras, diamnya ibu, bayang-bayang kakak sampai kehilangan yang tak sempat dimengerti... Aruna tumbuh dalam ketakutan, menyimpan trauma dalam diam, dan menyulam harapan lewat kata. Tapi hidup tak selamanya gelap. Dalam sunyi yang ia akrabi, perlahan tumbuh keberanian. Dari menulis puisi di kamar sempitnya, bertemu dengan seorang psikolog yang mendengar tanpa menghakimi, hingga akhirnya menemukan tempat baru untuk bernapas: tulisan. Ini bukan kisah tentang perempuan yang ingin diselamatkan, tapi tentang perempuan yang menyelamatkan dirinya sendiri. Karena luka tak harus hilang untuk bisa tumbuh. Kadang, luka justru menjadi akar dari kekuatan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines