BUMI SYAM
  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2024
"Tuhan mu tidak pernah lupa, bahwa Dia telah menciptakanmu, dan ciptaan-Nya tidaklah sia-sia" Assalamu'alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh🙌 Jika dikatakan ingin menyerah karena lelah, itu bukan suatu hal yang masuk akal untuk memilih jalan pendek mengakhiri hidup. Pada dasarnya dunia ini memang tempatnya lelah, menangis, kecewa dan semua rasa sakit yang buat kamu seperti manusia gila. Ciptakanlah dan buat kebahagiaan versi dirimu yang bahagia. Kebahagiaan itu datang dari diri sendiri, bukan orang lain. Jika ingin yang kekal, maka akhiratlah yang kekal. "Aku memang hanyalah makhluk kecil yang berusaha membawa air untuk memadamkan api itu. Walau aku tahu, air ini tidak akan mampu memadamkannya. Setidaknya semua tahu dimana letak keberpihakanku." "Tapi itu sia-sia." "Kamulah sia-sia, hanya berbicara kosong tanpa mau berusaha." Gambar by Pinterest
All Rights Reserved
#574
islam
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ILHAM UNTUK MELLY [SELESAI]
  • Sudut Luka Nazea
  • Mahligai Cinta [END]✓
  • Romansa Mayor [ TERBIT ]
  • Pesan dari Hati [END]
  • Hijrah Cinta Menuju Cahaya(END)
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Akhir Kisah [SELESAI]
  • "Langkah Kecilku, Harapan Besar dari Langit"
  • TIKUNGAN SEPERTIGA MALAM

Romance-spiritual Ambil baiknya buang buruknya, yah Boleh banget kalau mau Follow akun Wattpad ini kok. Kalau berkenan mampir juga ke Ig : @nr_aida28 ****** "Jika Tuhan telah menciptakan kamu untuk saya, kamu bisa apa?" Ilham Bagaswara ****** Kehidupan ini penuh dengan teka-teki yang sulit di tebak akan seperti apa makna dari teka-teki tersebut. Kehidupan ini juga seperti bermain dalam terowongan waktu yang entah sepanjang apa penghujung lorong terowongan itu. Semakin menelusuri semakin membawa kita pada akhir permainan yang tanpa sadar kita bermain didalam lingkar takdir. Rumit? Tentu saja rumit, tapi jika di telisik lebih dalam, takdir yang telah tergariskan tidak lah rumit. Ini hanya tentang bagaimana kita bisa menerima apa yang telah menjadi ketetapan takdir didalam hidup kita. Ikhlas kah kita? Semakin kita menapik, maka kebahagiaan akan pergi. Tidak, bukan pergi. Melainkan kita lah yang tidak menginginkan bahagia itu. Allah tahu apa yang terbaik untuk hamba-Nya, bersabar dan hadapi lah. Perlahan dengan seiringnya waktu teka-teki yang selama ini membelit akan terpecahkan. Rahasia yang tertutup rapat akan terjelaskan. ****** Kamu tidak bisa mengubah garis takdir yang telah Tuhan tetapkan untuk mu. Meski kamu terus berlari sejauh mungkin dari takdir, tetap saja takdir akan selalu menyertaimu. Seperti bayangan. Hanya ada dua pilihan, menerima atau terus berlari. ~kamu tidak akan pernah bahagia bila kamu sendiri menolak untuk bahagia~Sofiatul Mellyana ****** Don't Copy My Story!! Berani plagiat, harus siap tanggung jawab di akhirat kelak. Copyright ©2020 NrAida28 Publish : 12 Oktober 2020 Finish : 17 Februari 2021

More details
WpActionLinkContent Guidelines