Terjebak Cinta Singkat

Terjebak Cinta Singkat

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Nov 9, 2023
Malam semakin larut, udara pantai mulai terasa dingin di tubuh ku, sayangnya perut tidak bisa diajak kompromi, karena kebetulan dari sore aku belum makan. "Duhh.... Lapar nih, makan apa ya yang enak dingin-dingin gini" gumamku dalam hati..."Mie ayam, atau baso kayanya enak nih. Tapi ada gak ya yang jualan deket sini?" Akupun keluar kamar untuk melihat dari atas, siapa tau ada tukang mi ayam atau baso yang jualan deket sini. Tapi bukannya melihat tukang baso, aku malah melihat sesosok laki-laki imut yang sedang merokok depan kamar. Yaaa.... dia adalah temannya Rendi yang menginap di pinggir kamarku. aaaaaaahhh..akhirnya aku bisa melihatnya lagi, padahal kan aku sudah naksir dia sejak tadi siang pas dia nemuin temannya yang masuk ke kamarku. Coba aja tadi dia yang masuk mungkin akan lain ceritanya. Gumamku sambil senyum senyum sendirian....
All Rights Reserved
#290
cerpenindonesia
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Tentang Kota Ini
  • [END] Simpanan Boss [SB] KookminxKookV
  • IDOL MY LOVE
  • Punya Gue!(Taekook)✔
  • tumbal gadis perwan
  • Pretty Careless
  • Truth or Dare | KookV
  • Trapped Between Two Hearts
  • You Are Mine " kookv " TAMATT!!!
  • Make a Story With You

Hari ini, Ayah membawa kami pergi dari Ibukota dan memilih kota Yogyakarta sebagai tempat singgah sementara; katanya. Tepatnya di Rumah Oma yang terdapat keluarga besar yang dari dulu tinggal di sana. Canggung, banyak berpikir buruk tentang mereka karena sikap yang diperlihatkan. Di Jakarta saja Aku dengan Ayah, Bunda dan ketiga Adikku saja tidak memiliki hubungan yang begitu dekat. Apalagi di sini? Semakin asing dan terasa diasingkan. Namun, sepertinya mata dan hatiku sedang tertutup rapat selama di kota ini. Aku menganggap Yogyakarta bukanlah tempatku. Aku tidak bisa ada di sana. Apa kalian juga berpikir seperti itu? Pasalnya, ada beberapa manusia yang kutemui di sini, salah satunya si manusia itu. Dan kembali ke hal utamanya, mata dan hatiku sedang tertutup kala itu. Semua akibat terlalu gelisah mengenai rumah besar Oma ini, tentang segala yang berada di dalamnya. [[Cerita ini sedikit mengulik tentang perasaan seorang remaja perempuan yang mendapat peran sebagai kakak pertama. Dunianya hanya penuh dengan dirinya sendiri; fotografi salah satu di dalamnya. Namun, selalu terbesit dalam hatinya untuk berbicara pada dunia. Ia ingin lebih dari ia yang sekarang, ia selalu merasa tak pernah menjadi seorang kakak, ia tak pernah merasa menjadi sesosok teman, ia hanya ingin seperti manusia lain yang terlihat biasa saja dengan manusia lainnya. Tentu ingin menjaga keluarganya, bukan dengan tetap bungkam. Ia ingin bersuara dengan berjuta makna katanya. Namun, apakah bisa? Rasanya tidak kalau ia masih membuka mata dan hatinya untuk dunia; terutama orang-orang yang ia temui di Yogyakarta.]] Update setiap JUMAT👀

More details
WpActionLinkContent Guidelines