We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
HAAT HET LEVEN

HAAT HET LEVEN

  • WpView
    Reads 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Nov 13, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Alana itu indah, apalagi ketika ia tersenyum." Dia Alana, seorang remaja perempuan yang semasa hidupnya harus berjuang menghadapi kerasnya kehidupan. Caci maki hingga pukulan sudah menjadi makanan sehari-hari. Di berjuang keras untuk mendapatkan kebahagiaan di dalam hidupnya. Namun dibalik semua kesedihanan yang Alana dapatkan, ada satu orang yang juga sangat memperjuangkan kebahagiaan untuk Alana, yaitu Devan, sahabatnya. Semua cara Devan lakukan untuk memberikan kebahagiaan untuk Alana. Begitu juga dengan Alana yang berusaha mati-matian untuk menghilangkan rasa trauma dan berusaha menggapai kebahagiaan yang dia inginkan. Akankah Alana berhasil untuk menggapai kebahagiaannya? Ataukah mungkin perjuangan yang Alana dan Devan lakukan semuanya akan berakhir dengan sia-sia?
All Rights Reserved
#12
fiksiromansa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALONE || JENO LEE
  • Aldeva
  • Posesif-nim | JENO KARINA
  • Forbidden Love
  • Dan Kamu Tidak Akan Pernah Tahu / And You'll Never Know (SUDAH TERBIT)
  • The Fear of Love
  • ALANA [LENGKAP]
  • Cinta atau Dusta [JENRINA x JENSELLE]
  • Bertahan atau pergi

"Ini adalah kisah seorang anak yang selalu merasa sendirian, meskipun dikelilingi oleh orang-orang yang mencintainya. Ia tetap berusaha dengan keras dalam menghadapi tantangan hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap hari, ia merasa seperti tidak dibutuhkan, seperti bayangan yang tak terlihat. Pertanyaan dari orang tua nya, menjadi pil pahit yang mengingatkan dirinya tentang kesendirian yang tidak pernah terobati. "Abang bagaimana hari ini sayang?" tanya sang papa dengan senyum hangat. "Adek, bagaimana dengan sekolahnya?" tanya sang mama dengan tatapan hangat dan penuh kasih. Tidak dapat di pungkiri, Jevin merasakan luka yang teramat dalam. Namun, dia hanya bisa menggumam pelan, "Mereka sungguh terlihat sempurna tanpa aku". Jevin merasa seperti tidak memiliki tempat dalam keluarga ini, seperti tidak ada satu pun dari mereka yang membutuhkannya. Dalam kesendirian yang menghantuinya, ia tetap berusaha untuk menjadi lebih kuat. Jevin akan berusaha menghadapi setiap tantangan hidup nya dengan berani dan tangguh, meskipun jika dia hanya sendirian, dia akan tetap maju tanpa meminta bantuan orang lain. Namun, meski pun begitu, jauh di lubuk hatinya yang terdalam, ia masih sangat berharap akan ada seseorang yang dapat memahami dan mendengarkannya. Ia juga berharap akan ada seseorang yang dapat melihatnya, bukan hanya sebagai bayangan yang tidak terlihat. Namun juga sebagai seseorang yang layak untuk dicinta.

More details
WpActionLinkContent Guidelines