House Of Cards [END]

House Of Cards [END]

  • WpView
    Reads 434
  • WpVote
    Votes 59
  • WpPart
    Parts 17
WpMetadataReadComplete Fri, Dec 6, 2024
Tidak ada rencana apapun yang dapat selalu berhasil tepat. Manusia tentu selalu merencanakan dan berusaha menjaga agar susunan rencana dalam hidupnya tidak hancur begitu saja. Namun, selalu ada hal-hal tak terduga yang dapat menghancurkannya. Sama seperti menyusun lembaran kartu agar dapat berdiri tegak hingga membentuk seperti rumah, kita memerlukan strategi yang tepat. Akan tetapi, tiupan angin sewaktu-waktu dapat merobohkannya dalam sekejap. Rencana bisa gagal karena situasi di luar kendali. Apakah itu berarti kita tidak berusaha, tidak beruntung, atau melakukan kesalahan? Seperti apa kita menganggapi apa yang terjadi, tidak akan mempengaruhi rencana yang manusia buat dan hasil yang semesta berikan. Rencana berhasil atau gagal dan bagaimana hasil akhirnya, bisa kita terima atau ingkari. Itu merupakan pilihan terbesar yang semesta berikan. Satu pilihan besar yang sanggup mengubah hidup.
All Rights Reserved
#23
chaptered
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • Limited Time [END]
  • KAISAN ; Yang Tenggelam Di Lautan Lara
  • Our Queen : Memento Mori
  • ASRAR [TERBIT]
  • For My Normal Life!
  • Cinta Terlarang Seorang Guru
  • the Troublemaker Prince ✅ END ✅

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines