1, Bunga di Taman Hati

1, Bunga di Taman Hati

  • WpView
    Reads 5,260
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 116
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 30, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Fabian..." Mami menatapku. "Yakin, Ian mau kalau dijodohin?" "Kalau semua ikhlas, aku yakin, Mi." Aku terus menatap mata ibuku. "Sayang, kamu sudah dijodohkan sejak sebelum kamu lahir." Aku tersentak. Tergugu tanpa kata. Tanpa bisa kucegah, aku memasang wajah bodoh. "Cerita singkatnya, jodoh Ian ini cucu teman Opa." "Gimana bisa?" Aku masih memasang wajah bodoh itu. "Waktu Opa dan temannya Long March Divisi Siliwangi, mereka berdua terpisah dari rombongan, lalu kena ranjau darat. Pas masa kritis kayak gitu, mereka sepakat mau ngejodohin anak-anaknya atau cucu-cucunya." Mami membuka tasnya. Mengambil selembar amplop lalu menyodorkan amplop tersebut ke arahku. "Ini foto calonnya." "Aku setuju, Mi." Aku tetap menatap wajah Mami. "Ian nggak lihat dulu anaknya?" "Aku yakin sama pilihan Mami. Apalagi ini kesepakatan semua." "Ian lihat dulu deh..." Meski merasa tak butuh melihat wajah yang tersembunyi di balik itu, tetap saja akhirnya kubuka amplop tersebut. Haahhh??? "Mami...??" Kupandang wajah Mami dengan wajah bodohku yang terbaik, yang terbodoh. "Nggak salah nih, Mi...?" "Kenapa? Ian berubah pikiran?" "Masih ABG beginiii...!!!" "Oh... itu foto dia masih kelas X." "Sekarang?" "Balik foto itu," perintah Mami tegas. Perlahan kubalik foto itu. Kembali aku terkesiap. "Mami...?" Kupasang wajah bodohku sekali lagi. "Ini beneran?" "Ya benar lah." "Ini mahasiswa aku, Mi.... Sekarang tingkat satu. Tahun depan pasti masuk kelas aku." "Sepertinya begitu," jawab Mami maklum. "Ada masalah dengan itu?" Aku tergugu. Namun aku merasa harus bertanya. "Mi, dia mau sama aku? Dia mau dijodohin sama dosennya?" "Nah, pertanyaan bagus." Mami menepuk bahuku. "Dia sama sekali tidak tahu soal perjodohan ini. Jadi sekarang bola di tangan Ian. Kamu mau bawa ke mana bolanya. Terserah." Haaahhh??? ***
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • MY ASDOS MY CRUSH
  • DOSEN KIM [ VRENE ] ✅
  • Our house ᶠᵗ (97ˡⁱⁿᵉ)✔
  • THE SECRET RELATIONSHIP
  • Married With CEO
  • IGNITES (END)
  • Mendadak Ipar
  • Serpihan Luka

"Ini peraturan yang harus kamu taati." kata Mada tegas dengan meletakkan satu lembar kertas dihadapan Yuvi. (Peraturan sebagai Asisten Dosen) - Telat 3 menit, Muter lapangan basket - Kuliah pake kaos, saya ganti pake karung bekas - Jika dihubungi via telepon harus selalu aktif - Rajin, sopan, dan teliti, salah sedikit ulangi dari awal. - Kuat dalam segala cobaan. GILA TU DOSEN!! "Ya sudah, kita membuat kesepakatan, anda tidak perlu menjadi asisten dosen saya. Tapi dengan satu syarat, anda jadi istri saya, gimana?" "Ok, siap. hah!! apa.....ISTRI."

More details
WpActionLinkContent Guidelines