Para siswa dan siswi langsung saja berkerumun di depan mading yang telah ditempelkan sebuah kertas pengumuman.
Mata besar milik gadis itu menatap papan mading yang berisi pengumuman hasil ujian, kedua sudut bibirnya tertarik ketika melihat nama cantiknya berada dipaling atas.
"Baru masuk udah jadi peringkat pertama,"
"Gila tu cewek, ada perang panas habis ini,"
"Gebetan gue gila,"
Untungnya bisikan para murid itu tidak didengar olehnya. Namun tak banyak pula yang memuji kepintarannya.
Gadis itu berhasil menjadi si peringkat pertama, menurunkan 6 posisi yang telah di duduki oleh teman-temannya. "Wow, congratulations to me." ucapnya dengan pelan, lalu dia berbalik meninggalkan kerumunan yang berada disana.
***
"Giliran lo sama gue yang balapan malam ini," ucap pemuda itu yang datang bersama teman-temannya.
"Kalau lo kalah, lo harus turunin peringkat lo. Dan kalau gue yang kalah, gue bakal keluar dari LSI." Dia bersungguh-sungguh dengan kalimatnya yang terakhir.
Tanpa berpikir dua kali, Luna menerima tantangan itu. Menang atau tidak, itu urusan terakhir.
"Lo itu cewe gila yang pernah gw temuin" katanya kesal
Wajah yang tampan itu sedikit memerah menahan amarahnya. kesal. Dengan gadis di hadapan nya
Gadis itu terkekeh pelan sambil berkata
"Gw ga peduli"
"Lo tuh yaa. Arghhh .. "
Tangannya yang terangkat menjambak rambut hitamnya kesal
Sekilas senyum terukir di sudut bibir mungil nya.
"Ga usah senyum-senyum. Lo!" Ujarnya kesal