NEW RIVAL  [ON GOING]

NEW RIVAL [ON GOING]

  • WpView
    MGA BUMASA 108
  • WpVote
    Mga Boto 14
  • WpPart
    Mga Parte 5
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Tue, Dec 5, 2023
Para siswa dan siswi langsung saja berkerumun di depan mading yang telah ditempelkan sebuah kertas pengumuman. Mata besar milik gadis itu menatap papan mading yang berisi pengumuman hasil ujian, kedua sudut bibirnya tertarik ketika melihat nama cantiknya berada dipaling atas. "Baru masuk udah jadi peringkat pertama," "Gila tu cewek, ada perang panas habis ini," "Gebetan gue gila," Untungnya bisikan para murid itu tidak didengar olehnya. Namun tak banyak pula yang memuji kepintarannya. Gadis itu berhasil menjadi si peringkat pertama, menurunkan 6 posisi yang telah di duduki oleh teman-temannya. "Wow, congratulations to me." ucapnya dengan pelan, lalu dia berbalik meninggalkan kerumunan yang berada disana. *** "Giliran lo sama gue yang balapan malam ini," ucap pemuda itu yang datang bersama teman-temannya. "Kalau lo kalah, lo harus turunin peringkat lo. Dan kalau gue yang kalah, gue bakal keluar dari LSI." Dia bersungguh-sungguh dengan kalimatnya yang terakhir. Tanpa berpikir dua kali, Luna menerima tantangan itu. Menang atau tidak, itu urusan terakhir.
All Rights Reserved
#39
rivalry
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • Rama Prananta (Sudah Terbit)
  • C I N (T) A (COMPLETE)
  • Arsyilazka
  • Sayang
  • Lentera Lily
  • Bintang
  • Crazy Student and Bad Teacher

"Kenapa sih lo gak mau pacaran?" tanya Rama. "Buat gue, pacaran itu gak jelas dasarnya. Karena hanya di dasari sebuah perasaan. Sedangkan yang namanya perasaan kan dinamis, berubah-ubah. Gak pasti, gak jelas, gak signifikan." jawab Rose dengan santai. "Lo harus coba buka hati. Lo harus coba pake perasaan, dengan begitu lo akan ngerti kalau perasaan itu gak sesempit yang lo kira dan gak sedangkal teori yang lo cetuskan." "Caranya?" "Pacaran sama gue." *** Rose yang selalu menggunakan logika di banding perasaan karena ada trauma mendalam yang berkepanjangan. Sedangkan Rama selalu saja berusaha mengulik luka tersebut. Rose berusaha agar tidak ada yang mengetahui luka tersebut, termasuk Rama. Namun, Rama tak pernah kehabisan cara untuk meruntuhkan pertahanan tersebut. *** "Nama lo bagus, sama kayak artinya, mawar. Indah, tapi gak semua orang bisa mendapatkannya. Tapi gue yakin, gue bisa dapetin lo. Selayaknya bunga mawar, lo punya duri buat ngelindungin diri. Jadi gak sembarangan tangan bisa ngedapetin lo. Kalau ada yang nekat, paling tangannya luka kena duri. Tapi gue bisa jamin, gue adalah orang yang pantes buat dapetin lo. Walau harus terluka." -Rama Prananta.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman