Story cover for NEW RIVAL  [ON GOING] by yawsphime
NEW RIVAL [ON GOING]
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
  • WpView
    Reads 106
  • WpVote
    Votes 14
  • WpPart
    Parts 5
Ongoing, First published Nov 10, 2023
Para siswa dan siswi langsung saja berkerumun di depan mading yang telah ditempelkan sebuah kertas pengumuman.

Mata besar milik gadis itu menatap papan mading yang berisi pengumuman hasil ujian, kedua sudut bibirnya tertarik ketika melihat nama cantiknya berada dipaling atas.

"Baru masuk udah jadi peringkat pertama,"

"Gila tu cewek, ada perang panas habis ini,"

"Gebetan gue gila,"

Untungnya bisikan para murid itu tidak didengar olehnya. Namun tak banyak pula yang memuji kepintarannya.

Gadis itu berhasil menjadi si peringkat pertama, menurunkan 6 posisi yang telah di duduki oleh teman-temannya. "Wow, congratulations to me." ucapnya dengan pelan, lalu dia berbalik meninggalkan kerumunan yang berada disana.

***

"Giliran lo sama gue yang balapan malam ini," ucap pemuda itu yang datang bersama teman-temannya.

"Kalau lo kalah, lo harus turunin peringkat lo. Dan kalau gue yang kalah, gue bakal keluar dari LSI." Dia bersungguh-sungguh dengan kalimatnya yang terakhir.

Tanpa berpikir dua kali, Luna menerima tantangan itu. Menang atau tidak, itu urusan terakhir.
All Rights Reserved
Sign up to add NEW RIVAL [ON GOING] to your library and receive updates
or
#52rivalry
Content Guidelines
You may also like
You may also like
Slide 1 of 9
W.H.A.T.E.V.E.R. cover
Lentera Lily cover
Arsyilazka cover
Essentialy Love (SELESAI) cover
Fuck Boy cover
Beauty cover
THE RUDE BOYS & GIRLS. cover
Bintang  cover
Trapped between two friends cover

W.H.A.T.E.V.E.R.

11 parts Complete

"Lo itu cewe gila yang pernah gw temuin" katanya kesal Wajah yang tampan itu sedikit memerah menahan amarahnya. kesal. Dengan gadis di hadapan nya Gadis itu terkekeh pelan sambil berkata "Gw ga peduli" "Lo tuh yaa. Arghhh .. " Tangannya yang terangkat menjambak rambut hitamnya kesal Sekilas senyum terukir di sudut bibir mungil nya. "Ga usah senyum-senyum. Lo!" Ujarnya kesal